Penjualan Tanaman Hias Meningkat Hingga 200 Persen

Tika Nilawati saat mengecek tanaman yang ditanam di hidroponik, Senin (27/09/2020). Foto Cuci/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Pandemi Covid-19 menjadi berkah tersendiri bagi penjual tanaman hias, khususnya di Kota Palembang.

Tika Nilawati, salah seorang penjual tanaman hias di Palembang mengungkapkan, hobi yang ia lakoni sekitar hampir 6 tahun itu, kini bisa meraih omzet hingga puluhan juta.

“Semenjak pandemi penjualan tanaman hias meningkat hingga 200 persen dari biasanya. Omzet perbulan rata-rata hampir Rp50-60 juta,” terangnya saat ditemui Senin (28/09/2020).

Menurutnya, meningkatnya peminat tanaman hias, salah satunya akibat terbatasnya gerak aktivitas di luar rumah. “Bercocok tanam salah satu cara mengobati kebosanan selama di rumah. Kalau dulu sebelum corona biasanya orang-orang banyak beraktivitas di luar rumah. Nah sekarang semenjak corona banyak aktivitas di rumah saja,” katanya.

Berbagai macam tanaman hortikultura yang ia jual, seperti kaktus, bunga Vinca jepang series, lidah mertua (Sansivera), anggrek, ande-ande lumut, jenggot dewa, begonia, janda bolong, dan lainnya.

“Tapi yang paling banyak diminati yaitu bunga Vinca jepang series. Karena selain murah, tanaman ini memiliki berbagai aneka warna bunga dan yang pastinya mudah dirawat,” ujarnya.

Peminat tanaman hias tak hanya berasal dari Palembang, tapi juga berasal dari luar kota. “Peminatnya itu datang dari berbagai wilayah di Sumsel. Mulai dari Kota Palembang, Mesuji, Tugumulyo, Gelumbang, dan Kota Prabumulih,” tuturnya.

Ia menambahkan, tak dapat dipungkiri, meski secara luas Covid-19 mengakibatkan lumpuhnya ekonomi bagi semua orang, namun baginya justru merupakan berkah tersendiri. “Bisa dibilang justru selama pandemi corona, bercocok tanaman hias makin digandrungi masyarakat,” tutupnya. (uci)