Tersangka Muslimin Seorang Diri Menguburkan Bos Toko Mebel Korban Perampokan

Sapah satu adegan dalam rekontruksi kasus pembunuhan bos toko mebel, Rabu (30/9).

PALEMBANG, Palpos.Id – Kasus perampokan dengan senjata api yang berujung petaka terhadap korbannya bos toko mebel dan furnitur, Sidik Purwanto (61), warga Jalan Kapten Abdullah, RT 02/01, Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Seberang Ulu II Palembang. Akhirnya Rabu 30 September 2020, sekitar pukul 10.00 WIB, direka ulang Unit IV Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel.

Dalam reka ulang sebanyak 16 adegan tersebut, diperankan langsung oleh tersangka perampokan dan pembunuhan, yakni Muslimin (37), buruh yang beralamat di Desa Bungin Tinggi, Kecamatan SP Padang, OKI. Sedangkan tiga eksekutor dan satu pelaku perempuan, Desiyana yang meninggal dengan bakar diri usai ditangkap polisi di Riau, diperagakan peran pengganti.

Adegan 1-3, pada Sabtu 09 Maret 2013, sekitar pukul 14.00 WIB, tersangka Yuliana alias Desi alias Lebek, tersangka Novriansyah alias Nopi, tersangka Suhendar dan pelaku Amin (DPO), berada di rumah Yulia di Kompleks RS Kundur, Kecamatan Mariana, Banyuasin.

Para tersangka merencanakan perampokan terhadap bos toko mebel dan furnitur, Sidik Purwanto. Pelaku Yuliana (alm) bersama Amin (DPO) pergi menemui korban Sidik, dan berpura-pura menyewa mobil pick up untuk mengangkut barang pindahan rumah. Lalu korban percaya dan mendatangi rumah pelaku di Kompleks RS Kundur.

Adegan 4-6, tersangka Nopi yang kini mendekam di Lapas Nusakambangan dengan vonis pidana mati, menyuruh korban Sidik masuk ke dalam kamar istrinya atau pelaku Desi (alm). “Angkat ke TV dalam kamar itu pak,” kata Nopi.

Saat di dalam kamar, korban ditodong pakai senpi oleh tersangka Nopi dan disuruh duduk di lantai. Giliran tersangka Suhendar alias Hendar, juga mendekam di Lapas Nusakambangan dengan vonis pidana mati, mengacungkan sajam. Sedangkan Desi berada di luar mengawasi keadaan.

Tersangka Nopi menyuruh tersangka Hendar mengikat tangan korban Sidik dengan tali tambang, dan pelaku Amin (DPO) melakban mata dan mulut korban. Oleh ketiga pelaku, korban diangkat dan dimasukan ke dalam bak mandi hingga tewas. Lalu jasad korban dikeluarkan dari bak.

Adegan 9-15, tersangka Desi mengambil karung besar warna putih. Kemudian dibantu ketiga tersangka eksekutor memasukan jasad korban ke dalam karung, lalu diikat dan diletakkan di lantai kamar mandi.

Selanjutnya, pelaku Hendar dan Nopi pergi dengan membawa kabur mobil Grand Max warna biru milik korban untuk menjualanya. Sedangkan Desi dan Amin sibuk mengurusi korban.

Tersangka Yuliana lalu memanggil kakaknya, Muslimin alias Mus dan meminta memguburkan jasad korban di pematang sawah yang berjarak sekitar 2 Km.

Setibanya di lokasi, tersangka Muslimim menggali tanah dengan cangkul sedalam 1 meter, kemudian memasukan karung tersebut dan menimbunnya dengan tanah dan batang pisang. Kuburan itu ditandai dekat pondok tua di pematang sawah di pinggir Sungai Musi.

Setelah itu, tersangka Nopi dan Hendar menemui Muslimin, lalu Hendar menanyakan mayat korban. “Dimano mayatnyo dikuburke” Muslim pun menunjuk ke arah pematang sawah.
Adegan terakhir atau 16, Yuliana memberikan uang Rp 1 juta kepada kakaknya, Muslim. Uang tersebut hasil penjualan pick up milik korban.

Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel, Kompol Suryadi SIk didampingi Kanit IV, Kompol Zainuri SH dan Iptu Taufik Ismail, menegaskan telah menggelar reka ulang terhadap kasus pembunuhan terhadap korban Sidik.

“Diketahui tersangka Muslimin mengubur sendirian korban Sidik. Adiknya pelaku Yuliana (alm) membantu mengangkat jasad korban di dalam karung dari rumah ke lokasi penguburan di pematang sawah,” ungkap Suryadi.

Tersangka sendiri dijerat pasal 108 tentang terlibat menguburkan jasad korban dalam kejahatan dengan ancaman seumur hidup. (adi)