Kemarau, Air Bersih Sulit didapat, Minta Gratis Hingga Berbayar 

Masyarakat meminta air bersih ke rumah salah seorang warga, Rabu (30/09/2020). Foto: efvhan/Palpos.ID

PAGARALAM, PALPOS.ID – Sudah lebih dari sepekan, Azka (37) mengambil air bersih di kawasan Luang Keghing Kelurahan Pagar Wangi, Kecamatan Dempo Utara Kota Pagaralam.

Hal ini dilakukan warga Dusun Bumi Agung Kelurahan Bumi Agung agar kebutuhan air untuk rumah tangganya tetap aman. “Minimal untuk mandi dan minum cukup,” kata Azka, ketika ditemui Rabu (30/09/2020).

Azka menampung air ke dalam drum dan wadah yang terbuat dari stainles. Caranya, Azka mencolokkan selang ke dalam pancuran air di pematang sawah.

Setelah penuh, drum dan wadah ini diangkut menggunakan mobil berbak ke Bumi Agung. Dalam sehari, Azka mengaku mengangkut 4-5 drum berisi air. “Air di sini bersih, bisa dipakai untuk minum dan mandi,” katanya tentang kualitas air di kawasan Luang Keghing itu.

Adapun Ruli, warga Dusun Bumi Agung lainnya lebih memilih mengangkut air dari sebuah rumah warga setempat.  Kebetulan yang punya rumah menyilakan airnya untuk diambil secara gratis. Maka, selain Ruli, tiap hari rumah yang berada di kawasan Talang Telok ini ramai didatangi warga yang membawa jeriken. “Kalau mau lihat antrean panjang, datanglah pagi dan petang,” ujar Ruli.

Helmi Madjid (60), seorang warga Bumi Agung lainnya juga kerap mengambil air yang diberikan secara gratis itu. Tapi Ia juga sering membeli air yang dijual beberapa orang di Dusun Bumi Agung. “Sekarang ini, satu tedmon berisi 500 liter air harganya Rp50 ribu. Naik dari sebelumnya Rp30 ribu/tedmond,” ucap Helmi ketika ditemui di kediamannya.

Menurut Lurah Bumi Agung Handra ST, keringnya siring Bumi Agung itu lantaran sedang dalam proses perbaikan. Kata dia, perbaikan tak mungkin dilakukan bila air masih mengalir di dalam siring. “Dikeringkan sementara. Kurang lebih dua bulan-lah,” ungkap Handra.

Handra menyebut keringnya siring Bumi Agung berdampak bagi pasokan air di 10 RT Kelurahan Bumi Agung. Pasokan air terhenti total. Maka, warga di 10 RT ini diakui Handra, saat ini sibuk mencari air bersih baik dengan cara mengambil di beberapa lokasi hingga membeli.

Walikota Pagaralam, Alpian SH mengatakan, akan membentuk unit pelaksana teknis daerah (UTPD) PAM pada 2021. Ini dilakukan untuk menuntaskan persoalan air bersih di wilayah Kelurahan Bumi Agung Kecamatan Dempo Utara. “Solusinya adalah PAM. Bentuknya UPTD, bukan BUMD,” katanya, ketika ditemui mengikuti kegiatan stek sambung pucuk perdana di Talang Kromo. (faj)