Minta Kabareskrim Serius Usut Dugaan Ijazah Palsu Bupati Lahat

IMMawan Muhammad Iqbal, Ketua Umum DPD IMM Sumsel. foto: istimewa/palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Organisasi Kepemudaan Sumsel Bersatu (OKSB), yang terdiri dari DPD IMM Sumsel, Badko HMI Sumbagsel, PD KMHDI Sumsel, DPC GMKI Palembang, dan lainnya, kembali mengkritisi dugaan jual beli ijazah palsu Bupati Lahat Cik Ujang.

Pasalnya, OKSB menilai kasus dugaan ijazah palsu tersebut sudah diambang batas, karena belum ada kejelasan pihak Bareskrim Polri hingga detik ini. Demikian ditegaskan Ketua Umum DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumsel IMMawan Muhammad Iqbal, kepada Palpos.ID, Sabtu (03/10/2020).

Menurut Iqbal, melalui surat berkop Dirjen Dikti Kemendikbud, bernomor: 461/E2/TU/2020, ditandatangani Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Aris Junaidi, telah mengeluarkan keputusan terkait status ijazah Cik Ujang.

Dimana, Kemendikbud memutuskan Ijazah Strata Satu (SI) gelar Sarjana Hukum (SH) Cik Ujang yang dikeluarkan salah satu PTS di Palembang, dan Kopertis Wilayah II Sumsel pada tahun 2013 silah, dinyatakan tidak sah.

‘’Alasan tidak sah gelar tersebut, karena bertentangan dengan surat Direktur Kelembagaan Dirjen Diktu nomor: 595/D5.1/T/2007. Keputusan itu berkenaan dengan kelas jarak jauh dan kelas Sabtu-Minggu yang sebelumnya sudah dilarang Kemendikbud,” tegas Iqbal.

OKSB, sambung Iqbal, mengapresiasi Kemeristekdikti sudah melakukan tugasnya. Dimana, Ijazah diperoleh Cik Ujang itu tidak sah dan tidak dapat digunakan pengurusan jenjang karier.

‘’Menurut kami, perpindahan dari anggota DPRD Lahat ke Bupati Lahat itu juga termasuk jenjang karier, termasuk dalam administrasi negara. Ini seharusnya menjadi rujukan dan menjadikan surat Kemenristekdikti sebagai temuan oleh penyidik Bareskrim Polri,” sambungnya.

Seharusnya, ungkap Iqbal, pemberantasan dugaan jual beli ijazah di Indonesia diprioritaskan. Karena ini tamparan bagi institusi pendidikan di Indonesia. ‘’Ada apa dengan Bareskrim Polri, hingga saat ini tidak ada sedikitpun tindakan atau upaya terkait dugaan ijazah palsu ini,” ungkapnya.

Iqbal menduga ada indikasi main mata antara oknum dengan instansi tertentu terkait dugaan ijazah palsu tersebut. ‘’Bahkan, kami mengindikasikan adanya elit politik di Sumsel ikut melindungi Perguruan Tinggi tersebut,” ketusnya.

Ditambahkan Iqbal, OKSB dalam waktu dekat akan menyambangi Mabes Polri untuk mendesak Kabareskrim Polri menindaklanjuti kasus tersebut. ‘’Kami pun akan mengawal kasus ini hingga tuntas,” tambahnya. (tim/rilis)