Sei Sapi Lemaklah Siap Menggoyang Lidah Wong Palembang

Sei Sapi yang disediakan di RM Lemaklah, siap goyang lidah uwong Palembang, Senin (05/10/2020). Foto: Erika/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Masa pandemi Covid-19 ternyata bisa memotivasi orang mencari ide kreatif. Pelaku usaha kuliner terus berusaha mengembangkan bisnisnya. Nah kini di Palembang ada satu lagi tempat kuliner yang bisa menjadi pilihan warga Palembang.

Yakni, Rumah Makan (RM) Lemaklah yang menawarkan Sei Sapi (daging asap) pertama di Palembang dan siap menggoyang lidah wong Palembang.

Owner Sei Sapi Lemaklah, Anis didampingi Pengelola, Edho Utama mengatakan, bisnis ini sudah dibangun sejak April lalu tetapi hanya lewat online.

“Awalnya memang hanya lewat order online. Diluar dugaan banyak yang suka. Karena banyak konsumen yang mencintai makanan berbahan dasar daging ini. akhirnya kami pustuskan untuk membuka kedainya,” ujarnya usai grand opening Sei Sapi, Sabtu (03/10/2020).

Anis menceritakan, saat memulai bisnis kuliner makanan Nusa Tenggara Timur (NTT) di Palembang menggandeng Edho tak sendiri, Edho temannya untuk menggeluti usaha kuliner NTT.

“Meski teman saya ini berdarah Palembang namun masa kecilnya banyak dihabiskan ikut sang ayah bertugas di NTT, sehingga kita tidak kesulitan bila harus mengkombinasikan rasa lokal Palembang dan NTT, karena kuliner ini tidak berbeda jauh dengan lidah Palembang penyuka rasa pedas,” bebernya.

Di menu olahan ini, merupakan daging sapi asap spesial NTT dan dagingnya dipotong bentuk memanjang. “Orang Palembang suka pedas dan makanan NTT Sei Sapi ini juga menyajikan sambal khas NTT yakni Lu’at. Makanya tidak terlalu sulit,” jelasnya.

Sementara Edho mengatakan, sebelum resmi membuka kedai di Jalan Angkatan 45 Palembang, mereka memasarkan makanan khas NTT melalui online yang bisa diakses dari Gofood dan Grabfood sejak April 2020.

“Ternyata pas kita cek penikmatnya banyak, jadi yang mungkin sebelum pandemi biasa jalan-jalan ke Indonesia timur,” kata pria yang berprofesi sebagai pilot ini.

Guna menjaga rasa otentik NTT, dia mengaku harus mengirim kayu untuk pengasapan langsung dari NTT. Bahan dasar sambel, seperti daun Kosambi dan siba. “Yang jadi pembeda sambalnya harus difermentasi sebelum disajikan,” ujarnya. (sef)