Sering Dapat Upal, Pedagang di Kawasan Gandus Resah

Cek Nila, salah satu pedagang di kawasan Gandus yang menjadi korban peredaran upal, Senin (05/10)

PALEMBANG, Palpos.Id – Dalam tiga bulan terakhir warga Jalan Lettu Karim Kadir, Musi II, Kecamatan Gandus Palembang, dibuat resah oleh peredaran uang palsu (Upal). Pasalnya, sejumlah pedagang di kawasan tersebut pernah menjadi korban yang menerima upal.

Seperti diungkapkan, Cek Nila (40), pemilik toko manisan di daerah tersebut. Dalam beberapa bulan terakhir, dia sering mendapat upal pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu.

“Saya pedagang, jadi sering dapat upal dari pembeli, kalau tidak salah sudah lima kali, mulai dari pecahan Rp 20, 50 dan 100 ribu. Memang sulit membedakan uang asli dan palsu, perlu kejelian dan ketelitian,” katanya, Senin ((05/10).

Menurut Cek Nila, dirinya baru mengetahui jika uang yang diterimanya itu palsu, ketika akan menyetorkan uang tabungan ke pihak perbankan.

“Waktu nyetorkan uang itu, petugasnya bilang kalau ada uang yang setorkan palsu. Petugas bank bilang kalau tanda uang itu palsu bisa dilihat dari nomor seri dan tidak ada logo Bank BI nya,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Cek Nila saat ini membeli alat cek uang. Ketika merasa ada yang tidak beres tinggal dimasukan ke alat dan akan kelihatan hasilnya.

Sama seperti dialami pedagang lainnya, Suganda (42), dirinya juga pernah mendapat upal dari pembeli. “Saya pernah dapat upal. Jadi tolong pelakunya ditindak tegas, kalau begini terus saya bisa rugi,” kata pedagang bakso dan pemilik konter HP di kawasan Gandus.

Kanit Reskrim Polsek Gandus, Ipda Hermansyah SH mengatakan, saat ini pihaknya telah menindak lanjuti perkara peredaran upal di wilayah hukumnya tersebut.

“Sudah kita tindak lanjuti dan satu orang diduga pelaku sedang kita periksa. Tetapi dari pengakuannya, sementara ini statusnya bukan pengedar,” ungkapnya. (adi)