Masyarakat Muba Tanam Padi Tanpa Menggunakan Tanah 

Anggota DPR RI Alex Noerdin meninjau secara langsung masyarakat menanam padi tanpa menggunakan tanah, Senin (05/10/2020). Foto istimewa

SEKAYU, PALPOS.ID – Meski ditengah Pandemi Covid-19, ternyata masih ada warga Kabupaten Muba membuat inovasi. Bahkan, inovasi tersebut pertama kali di dunia, yakni menanam padi tanpa menggunakan tanah. Selain itu pula tanpa menggunakan pupuk organik.

Bagaimana bisa? Berikut wawancara dengan sang penanam padi tanpa menggunakan media tanah, yakni Hari Agus Wibowo yang merupakan Staf Khusus Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex.

Hari Agus Wibowo mengaku, ia menemukan hal tersebut, yakni cara baru menanam padi yang belum pernah dilakukan orang di dunia, yaitu menanam padi tanpa menggunakan tanah dan pupuk organik.

“Metode penanaman padi dilakukan, yakni bisa dilakukan di perkotaan maupun di lingkungan rumah dengan lahan yang sempit. Karena penanaman cukup dengan menggunakan polybag yang diisi dengan limbah bekas kulit padi yang dibakar dan juga daun kering,” jelas Hari Agus Wibowo.

Masih katanya, uniknya dengan pola penanaman seperti itu, padi bisa dipanen 4 kali dalam setahun. Bahkan dalam satu meter persegi bisa menghasilkan lima kilogram beras.

“Untuk mengganti tanah dalam menanam padi ini diperlukan limbah bekas, seperti limbah kulit padi yang dibakar dan bermacam-macam daun kering. Semua bahan dihancurkan, kemudian dijadikan tempat bercocok tanam padi,” jelasnya.

Inovasi pertanian yang ditemukan Hari Agus Wibowo ini juga mengundang perhatian anggota DPR RI Alex Noerdin, untuk meninjau secara langsung keberhasilan yang dimiliki warga tersebut.

Tidak hanya itu, mantan Gubernur Sumsel dua priode ini mencoba melakukan panen perdananya serta membuktikan beras hasil tanaman. “Inovasi cara baru tanam padi yang dilakukan oleh salah satu masyarakat kita ini, sudah sepatutnya menjadi contoh serta memberikan kebanggaan bagi bangsa Indonesia,” jelasnya, Senin (05/10/2020). (rom)