Pulang Ke Rumah, Pencuri 22 TBS Diringkus Polisi  

Indar Srimulato pelaku pencurian tandan buah sawit saat diamankan di Mapolsek RKT, Rabu (07/10/2020). Foto: prabu/Palpos.ID

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Terdesak kebutuhan hidup seorang buruh bangunan Indar Srimulato alias Endar (41), nekat mencuri 22 tandan buah sawit milik Darmaji (51), warga Dusun 4 Desa Karya Mulya Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Kota Prabumulih, Sabtu (04/01/2020).

Akibat ulahnya itu, warga Dusun 1 Desa Karya Mulya Kecamatan RKT ini ditangkap tim opsnal unit reskrim Polsek Rambang Kapak Tengah pimpinan Aiptu Heri Gunawan SH alias Gabek, saat pulang ke rumahnya, Rabu (07/10/2020), sekitar pukul 04.00 WIB.

Penangkapannya setelah polisi menerima laporan korban Darmaji, yang mengaku tandan buah sawit milik H Rakijo di Pematang Air Lumbung Desa Karya Mulya yang digarapnya, telah hilang dicuri orang. Dari hasil penyelidikan, polisi mengantongi identitas pelaku 3 orang yaitu Indar Srimulato, ZA dan JN (DPO).

Setelah 7 bulan buron Indar akhirnya keluar dari persembunyiannya dan pulang ke rumah. Polisi langsung melakukan penangkapan, hingga tersangka Endar digelandang ke Mapolsek RKT. Selain menangkap Endar, polisi mengamankan motor digunakan mengangkut buah sawit hasil curian.

Dihadapan polisi, Endar mengakui perbuatannya. Menurut Endar, dirinya beraksi bersama dua orang temannya ZA dan JN. “Sawit yang kami ambil sebanyak 22 tandan, kami ambek pakai egrek dan dibawa dengan 2 motor yang dipasang keranjang,” ungkapnya, sembari mengaku terpaksa mencuri untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya SIK MH, melalui Kapolsek RKT, Ipda Budiyono didampingi Kanitreskrim, Aiptu Heri Gunawan SH, membenarkan pihaknya berhasil menangkap satu dari tiga orang pelaku pencurian tandan buah sawit tersebut.

“Pelaku yang diamankan satu orang, kasusnya masih dalam pengembangan, kami masih mengejar dua pelaku lainnya berinisial ZA dan JN,” ungkap Kapolsek, Rabu (07/10/2020). Dikatakan Budiyono, tersangka dijerat Pasal 363 ayat 1 KUHP tentang curat. “Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama tujuh tahun,” pungkasnya. (wan)