Tersinggung Omongan, Jukir Bunuh Pengamen

Kapolsekta IT I Kompol Deni Triana menggelar ungkap kasus dengan memperlihatkan pelaku dan barang bukti, Selasa (13/10).

PALEMBANG, Palpos.Id – Mulutmu adalah harimaumu. Pepatah usang ini pantas ditujukan akan kejadian tragis yang menimpa Herboy Dexy alias Boy (34).

Diduga hanya gara-gara mendengar omongan kasarnya,  M Rahmat alias Bejo (42) tersinggung. Tak mampu mengdalikan emosi, Bejo menikam punggung Boy dengan sebilah pisau.

Akibat tikaman sebilah pisau di punggung kiri itu,  Boy pun tewas. Sedangkan  Bejo yang sempat kabur usai kejadian, akhirnya diamankan tidak jauh dari rumahnya,  Senin (13/10), sekitar pukul 02.00 WIB.

Bejo dibekuk tanpa perlawanan di Jalan Cinde Welan, Lorong Kebon, RT 12/04, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I. Selain tersangka polisi juga mengamankan barang bukti sebilah pisau, dan sebuah besi ujungnya tajam.

Kapolsek Ilir Timur I Kompol Denni Triana  didampingi Kanitreskrim Iptu Jhony Palapa SH menegaskan pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap pelaku pembunuhan.

“Pelaku kita tangkap dini hari pukul 02.00 WIB di dekat rumahnya di kawasan Pasar Cinde. Artinya tidak kurang 24 jam kita amankan pelaku ini,” cetusnya.

Motifnya sendiri, pelaku mengaku sakit hati atas omongan korban. Sebelum kejadian  baik pelaku dan korban sempat mabuk miras jenis tuak.

“Kau nih sengak nian, preman apo cak kehebatan,” begitu kata korban. Tapi saat itu pelaku diam saja. Baru keesokan harinya korban ditusuk pelaku juga saat minum tuak bareng,” jelas Denni.

Untuk perbuatannya itu pelaku diganjar dengan pasal 340 KUHP pasal 338 KUHP dan pasal 351 ayat 3 dengan ancaman seumur hidup maksimal pidana mati, dan sekurang-kurangnya 20 tahun.

Pengakuan tersangka Bejo sendiri, tindakannya itu dilatari tersinggung omongan korban.

“Sakit hari aku korban ngomong kasar. Kenal sama korban tapi belum lama, kejadiannya memang habis minum tuak kami,” ujar Bejo kesehariannya jukir ini.

Ada pun peristiwa pembunuhan tersebut terjadi Minggu (11/10), sekitar pukul 03.30 WIB, di Jalan Jenderal Sudirman depan distributor wallpaper, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I.

Di hi hari itu, tersangka Bejo bersama temannya Netto pergi membeli miras jenis tuak di kawasan Air Mancur. Disana mereka minum miras bersama termasuk korban juga minum disana.

Lalu korban berkata, “Kau ini siapo, cak hebat nian, sengak gaya kau ni, cak preman,”. Kendati tersinggung atas perkataan korban, tersangka Bejo diam menenangkan diri.

Keesokan pagi,  Bejo dan Netto melintas di lokasi kejadian. Melihat sejumlah orang sedang minum tuak sambil main gitar, Bejo diajak duduk bersama untuk minum. Kebetulan di situ ada korban kesehariannya pengamen.

Diduga masih teringat ucapan korban, Bejo mencabut sebilah pisau yang biasa dibawanya setiap hari. Dengan cepat pelaku menikam punggung kiri korban sekali.

Teman pelaku yang melihat kejadian itu, sempat berusaha menolong dengan mengacungkan botol minuman. Korban yang kesakitan berusaha lari. Namun, sekitar jarak 15 meter korban berjalan sempoyongan dan jatuh tersungkur.

Oleh warga sekitar korban yang banyak mengeluarkan darah dengan segera dilarikan ke RS AK Gani Palembang. Tetapi karena banyak pendarahan nyawanya tidak terselamatkan lagi. (*)