Cemburu, IRT Sayat Lengan Suami Dengan Cutter 

Febriansyah menjalani perawatan di rumah sakit setelah dianiaya isterinya, Rabu (14/10/2020). Foto: prabu/Palpos.ID

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Karena cemburu, seorang IRT, Anti Mutiara (19), nekat menganiaya suami sirihnya Febriansyah (22), menggunakan pisau Cutter hingga dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami luka sayat di lengan kirinya.

Sementara, karena perbuatannya, Mutiara yang merupakan warga Jalan Nur Ilahi Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur, diamankan Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Prabumulih Timur.

Penganiayaan itu terjadi di Jalan Lingkar Timur tepatnya samping Stadion Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur, Senin (12/10/2020), sekitar pukul 16.30 WIB.

Awalnya Mutiara melapor ke SPK Polsek Prabumulih Timur, Senin (12/10/2020), mengaku suaminya didatangi dua pria tak dikenal, saat dirinya dan suaminya berduaan di samping Stadion Talang Jimar. Setelah cekcok mulut, satu pelaku menyayat lengan suaminya dengan cutter, hingga luka robek.

Dalam penyelidikannya, polisi curiga dengan laporan Mutiara, hingga akhirnya terbukti laporan tersebut palsu. Ternyata suaminya terluka karena dianiaya Mutiara sendiri, hingga polisi mengamankan Mutiara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya SIK MH, melalui Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Herman Rozi didampingi Kanitreskrim, Ipda Fredy F Triwahyudi, membenarkan pihaknya mengungkap kasus penganiayaan tersebut. “Pelakunya adalah pelapor sendiri, merupakan isteri korban,” ujar Fredy.

“Terdapat kejanggalan terhadap keterangan pelapor, sehingga didapatkan fakta-fakta pelapor dan korban adalah suami isteri yang menikah siri. Sebelum kejadian korban dijemput pelapor di Mess tempat korban bekerja, dan diajak ke lapangan samping Stadion Talang Jimar mengendarai sepeda motor korban,” ungkap Kanitreskrim.

“Saat di TKP pelapor dan korban bertengkar mulut dimana pelapor menuduh korban memiliki WIL (wanita idaman lain). Pelapor langsung emosi dan mengambil pisau cutter dari dalam tasnya kemudian menyayat bahu kiri korban dengan pisau cutter sehingga bahu korban mengalami luka robek yang cukup lebar,” bebernya.

Lebih lanjut Kanitreskrim menuturkan, karena perbuatan tersebut pelaku panik dan membuat laporan palsu. “Perbuatan pelaku kita jerat Pasal 351 ayat 1 tentang penganiayaan,” tegasnya. (wan)