Diduga Gedung Oleh-oleh Dijadikan Tempat Perjudian, PUPR Akan Kordinasi Dengan Satpol PP

Halaman gedung pusat oleh-oleh tak terawat banyak ditumbuhi rumput liar sehingga ada dugaan dijadian tempat perjudian, Kamis (15/10/2020). Foto: ozi/Palpos.ID

MUARA ENIM, PALPOS.ID – Gedung Dharma Wanita Kabupaten Muara Enim selesai dibangun menjadi gedung pusat oleh-oleh, dikerjakan tahun anggaran 2019. Namun kondisi bangunan gedung tersebut terkesan tak dirawat dan disertai tumbuhnya rumput liar.

Parahnya lagi, lokasinya gedung pusat oleh-oleh itu tepat berada di depan Kantor Bupati Muara Enim, luput dari perhatian kalangan pejabat pemerintahan, sehingga bangunan tersebut dimanfaatkan oknum tak bertanggungjawab diduga sebagai tempat perjudian. Buktinya bagian ruang gedung belakang ditemukan kartu remi dan mendapatkan sorotan kalangan mayarakat dan anggota DPRD Muara Enim.

“Gedung pusat oleh-oleh sudah lama selesai dikerjakan dan dibiarkan kosong. Imbasnya lokasi itu justru digunakan untuk tempat bermain judi,” ujar Ketua Ganpensi Kabupaten Muara Enim, Akhmad Imam, Kamis (15/10/2020).

Dirinya, sangat menyayangkan Gedung Dharma Wanita Muara Enim dibongkar dan dibangun kembali diperuntukan untuk gedung pusat oleh-oleh dengan dana miliaran.

“Kalau ada lanjutan pembangunan kenapa tidak dilaksanakan sehingga bisa difungsikan dengan baik. Kalau pun belum ada lanjutan pembangunan setidaknya dinas terkait atau pemerintah kelurahan dan kecamatan melakukan pembersihan seperti program Plt Bupati gotong-royong dihari Sabtu,” tegas Imam.

Sementara Ketua Komisi II DPRD Muara Enim Indra Gani, menyayangkan gedung pusat oleh-oleh yang dibangun melalui anggaran APBD 2019 dijadikan tempat perjudian. Apalagi, kata dia, lokasi gedung berhadapan dengan Kantor Bupati dan terkesan tidak diperhatikan.

“Kita minta Dinas Kebersihan segera melakukan pembersihan halaman dan termasuk seluruh ruang gedung dibersihkan. Selain itu, kita minta Kasat Satpol PP menempatkan anggotanya berjaga di gedung pusat oleh-oleh, agar tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum berbuat maksiat,” tegasnya.

Terpisah, Kapala Dinas PUPR H Hermin Eko Purwanto ST menjelaskan gedung tersebut sudah masuk pencangan lanskap (Tahapan lanjutan,red) dalam ABT 2020. “ABT tahun ini lanskap salahsatunya halaman, pagar,” jelasnya. (ozi)