Usai Curi Laptop Perusahaan, Iin Melapor ke Polisi

Iin Ariansyah pelaku pencurian saat diamankan di Mapolsek Prabumulih Timur, Jumat (16/10/2020). Foto: prabu/Palpos.ID

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Iin Ariansyah (25), warga Jalan Ogan Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten OKU, terpaksa merasakan tidur dibalik jeruji besi tahanan Polsek Prabumulih Timur.

Pasalnya, Iin Ariansyah nekat mencuri laptop dan uang tunai milik perusahaan tempatnya bekerja dan membuat laporan pencurian palsu di SPK Polsek Prabumulih Timur, Kamis (15/10/2020).

Menurut polisi, terungkapnya kasus laporan palsu itu bermula ketika Iin Ariansyah mendatangi SPK Polsek Prabumulih Timur. Kedatangan karyawan CV Gadget Mart ini untuk melaporkan kasus pencurian laptop milik perusahaan tempatnya bekerja.

Iin mengaku saat dirinya datang ke kantor, Kamis (15/10/2020), sekitar pukul 08.15 WIB, melihat pintu belakang kantor sudah terbuka. Karena curiga, ia lalu memeriksa ruangan di kantor. Ternyata laptop dan uang tunai serta handphone miliknya diakuinya tertinggal di kantor, sudah hilang.

Tim opsnal Unit Reskrim Polsek Prabumulih Timur mendatangi lokasi kejadian. Saat olah TKP, polisi menemukan sejumlah kejanggalan dimana polisi tidak menemukan kerusakan.

Polisi kembali memintai keterangan pelapor. Saat itulah pelapor memperlihatkan gelagat mencurigakan dan memberi keterangan berubah-ubah. Polisi bertambah yakin, jika pencurian tidak ada dan pelaporlah menghilangkan laptop dan uang tunai milik CV Gadget.

Polisi akhirnya berhasil membuat pelapor mengakui dirinya yang mencuri laptop dan uang milik perusahaan. Laptop disimpannya di dalam sarung bantal disalah satu kamar dalam kantor CV Gadget Smart tersebut.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya SIK MH, melalui Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Herman Rozi didampingi Kanitreskrim Ipda Freddy F Triwahyudi, membenarkan pihaknya berhasil mengungkap kasus pencurian sekaligus keterangan palsu itu.

“Tersangkanya adalah pelapor sendiri, ia mencuri laptop dan uang milik perusahaan tempatnya bekerja lalu ia melapor ke SPK dan memberikan keterangan palsu,” ungkapnya.

Karena perbuatan itu kata Freddy, tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. “Ancaman hukumannya paling lama tujuh tahun penjara,” tegasnya. (wan)