Pecahkan Kaca Mobil, Jukir Berambut Pirang Ditangkap

Adi Saputra jukir berambut pirang pelaku pengrusakan saat diamankan di Mapolsek Prabumulih Barat, Kamis (22/10/2020). Foto: prabu/Palpos.ID

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Adi Saputra (24), warga Jalan Prof M Yamin Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih, terpaksa berurusan dengan polisi. Pasalnya, juru parkir ini memecahkan kaca mobil truk box dikemudikan Bambang Eko Setiawan (26), warga kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, menggunakan parang.

Akibat perbuatannya itu, warga Mabes ini ditangkap tim opsnal unit reskrim Polsek Prabumulih Barat pimpinan Ipda Darmawan SH. Adi ditangkap saat berada didepan gudang Indomarco Kelurahan Mangga Besar, Kamis (22/10/2020), sekitar pukul 16.30 WIB.

Menurut polisi, penangkapan juru parkir tersebut bermula dari laporan Bambang Eko Setiawan, di SPK Polsek Prabumulih Barat, Selasa (20/10/2020). Dalam laporannya, Bambang mengatakan saat hendak parkir di depan Toko Angel dikawasan Jalan Prof M Yamin tiba-tiba didatangi seorang juru parkir.

Tidak tahu apa persoalannya, tiba-tiba juru parkir berambut pirang tersebut memarahinya, lalu memukul kaca depan mobil box dikemudikannya menggunakan parang hingga membuat kaca mobil tersebut pecah.

Menindaklanjuti laporan itu, tim opsnal dipimpin Kanitreskrim lpda Darmawan melakukan pengejaran terhadap sang juru parkir diketahui bernama Adi Saputra tersebut.

Tersangka dibekuk di gudang Indomarco. Darinya disita barang bukti sebilah parang yang digunakan pelaku memecahkan kaca mobil milik korban.

Dihadapan polisi, pelaku mengakui perbuatannya itu. “Iyo pak memang aku yang mecahkan kaca mobil, aku kesal bae samo dio,” kata pelaku dihadapan penyidik, Kamis (22/10/2020).

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya SIK MH, melalui Kapolsek Prabumulih Barat, AKP Suryadi, membenarkan pihaknya berhasil mengungkap kasus pengrusakan tersebut.

“Pelaku sudah kita amankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan,” katanya seraya menegaskan, tersangka terancam dijerat Pasal 406 KUHP dengan ancaman hukuman dua tahun kurungan penjara. (wan)