Keluarga Korban Peluru Nyasar Tak Perpanjang Permasalahan dengan Polisi

Ayah korban ketika ditemui awak media di kediamannya, Kamis (12/11/2020). Foto: mizon/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Terkait peluru nyasar yang mengenai seorang mahasiswa, Febri Julian Saputra (23), warga Komplek Opi, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, dalam drama penembakan penyergapan pemain narkoba oleh Polda Sumsel, Selasa (10/11/2020) malam.

Pihak keluarga korban peluru nyasar mengaku tidak akan memperpanjang persoalan tersebut. “Kami tidak akan memperpanjang masalah ini, yang penting anak saya selamat dan sehat, itu saja sudah cukup,” ungkap Junaedy (55), ayah korban Febrian Julian Saputra, Kamis (12/11/2020).

BACA JUGA: Mahasiswa Diduga Terkena Peluru Nyasar saat Penangkapan Kasus Narkoba

Selain itu, kata dia, pada malam kejadian polisi juga telah menunjukan itikad baik dengan langsung mendatangi kediamannya. “Kami juga tidak menuntut apa-apa, yang penting anak saya selamat, itu sudah cukup,” tegasnya.

Menurutnya, peluru nyasar yang mengenai bahu kanan anaknya itu muntahan dari senjata api oknum polisi Polda Sumsel. Kata pria paruh baya ini, berdasarkan keterangan anaknya, saat kejadian dia lagi duduk di depan STIE Akubank MDP Plaju, dan tiba-tiba bahunya terkena tembakan, sekitar pukul 22.10 WIB.

“Biasa anak muda, dia keluar lagi janjian sama temannya, tiba-tiba ada tembakan. Dia terkena peluru di bagian bahu tembus keluar. Saat itu juga langsung dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah,” tuturnya.

Menurutnya lagi, saat ini kondisi anaknya telah membaik bahkan telah berjalan seperti biasa. Bahkan anaknya telah melakukan pemeriksaan lebib intensif di RS Bhayangkara.

“Malam itu juga dia sudah sehat, pelurunya nembus kulit saja dan tidak sampai kena tulang. Tidak apa-apa, dan sudah diperiksa ulang di RS Bhayangkara,” pungkasnya. (zon)