LAPORAN KHUSUS: WASPADAI TIMBULNYA CLUSTER BARU

Karikatur Bioskop Dibuka. foto: koer/Palpos.ID

Bioskop-Bioskop di Kota Palembang Dibuka Kembali

MASYARAKAT Kota Palembang akan kembali dapat menikmati hiburan menonton film di bioskop-bioskop. Pasalnya bioskop sudah dibolehkan untuk beroperasi. Dibukanya bioskop tersebut  berdasarkan Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 27/2020.

Keberadaan bioskop  di Palembang masing-masing di Internasional Plaza (IP), Palembang Squere (PS), Palembang Trade Canter (PTC), Palembang Indah Mal (PIM) , Palembang Icon, OPI Mall, dan CGC.

Juru Bicara Covid-19 Dinas Kesehatan Kota Palembang, Yudhi Setiawan mengatakan, bioskop boleh saja buka, asal tetap menerapkan protokol kesehatan.Seperti, semua penonton dan pengunjung bioskop termasuk karyawan wajib memakai masker.

Kemudian lanjut dia, kursi hanya di isi maksimal 50 persen dengan cara mengosongkan kursi kursi yang disamping. “Setiap pengunjung bioskop wajib di semprot tangannya dengan handsanitizer sebelum masuk ruangan. Suhu tubuh di ukur sebelum masuk area bioskop, bila suhu di atas 37,5 tidak diizinkan masuk. Penerapan prokes yang dilakukan ini juga turut di awasi oleh satgas covid-19 tingkat kota,” pungkasnya.

Terkait dibukanya kembali bioskop di sejumlah mal di Kota Palembang, mendapat reaksi pro dan kontra dari sejumlah warga khususnya para remaja dan pemuda.

Siti Umna, salah satu mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang mengungkapkan, menurutnya, secara pribadi tidak menjadi masalah kalau bioskop sudah mulai dibuka.

“Karena sudah ada wacana sebelumnya jika bioskop akan dibuka bulan November ini, kan duduknya berjarak dengan tanda silang diatas kursi,” ungkapnya, Rabu (11/11/2020).

Menurutnya yang paling penting pihak pengelola menyiapkan hal” yang berkaitan dengan protokol kesehatan. “Seperti menyiapkan tempat cuci tangan untuk pengunjung dan tetep dikasih desinfektan setiap selesai film ditayangkan, dibioskop juga meskipun sebelum adanya corona, kadang pengunjung juga tidak saling berdeketan, kecuali dengan orang terdekatnya, jadi sah-sah saja, asal tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Sementara Adwinda Febilia alumni UIN Raden Fatah Palembang menurutnya, dibukanya bioskop ketika pada masa pandemi seperti sekarang sedikit belum tepat.

“Kalaupun harus dibuka, tetap berpedoman pada protokol kesehatan. Sebelum studio dibuka, harus disemprot disinfektan terlebih dahulu. Juga jarak antar penonton juga mesti diperhatikan,” tegasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Anisa Kurniasih. Mahasiswa Universitas Sriwijaya ini menilai jika dibukanya kembali bioskop terlalu tepat, mengingat jumlah positif Covid-19 terus bertambah, meskipun bioskop akan dibuka tetap harus mengikuti standar yang ada. Artinya lanjutnya, jangan sampai timbul cluster bari penyebaran covid.

“Seperti memakai masker, menjaga jarak, cuci tangan sebelum dan sesudah menonton, pemesanan tiket secara daring, dan kapasitas penonton yang tidak terlalu banyak,” tukasnya.  (sef/uci)

 

Sudah Dapat Izin, Ketatkan Prokes

 

KEBIJAKAN membuka kembali layanan bioskop di Kota Palembang tentu harus ditangkap dengan sikap profesional para pengelola bioskop dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dalam layanannya.

Dari pantauan Palpos.ID, sejumlah bioskop telah kembali beroperasi. Seperti  bioskop CGV di Palembang berlokasi di Trade Center Mal Jalan R Sukamto 8A, 8 Ilir, Ilir Timur II.

CGV PTC Mal bisa kembali beroperasi setelah mendapatkan izin dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Palembang dan juga rekomendasi dari Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Palembang.

Ini diungkapkan Hariman Chalid, Public Relations CGV. “Izin penyelenggaraan pemutaran film/operasional bioskop harus disertai dengan protokol kesehatan yang ketat. Tim Satgas dan Dinas Kesehatan akan terus memonitor serta mengevaluasi secara berkala operasional bioskop CGV di Palembang,” jelasnya.

CGV telah menyiapkan sejumlah protocol kesehatan sesuai dengan panduan dari Kementrian Kesehatan dan  berpedoman pada Peraturan Walikota Palembang nomor 27/2020 tentang adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman pada situasi corona virus disease 2019 (covid-19) di Kota Palembang, diantaranya, staff dan penonton wajib memakai masker di seluruh area bioskop.

Kemudian, Mengecek suhu tubuh penonton sebelum masuk ke area bioskop, melakukan system pelacakan pengunjung (Tracing) dengan QR Code dan Manual,  mengurangi kapasitas tempat duduk di ruang auditorium guna menjaga jarak aman antar penonton.

“Pembersihan didalam Auditorium, termasuk tempat duduk, sebelum dan setelah penayangan film, menyediakan gel pembersih tangan /hand-sanitizer,” terangnya.

Selain itu lanjutnya, menghimbau penonton untuk memesan tiket menonton dan makan minum secara daring/online melalui contact-less dengan pembayaran secara digital atau cash-free melalui web dan aplikasi digital CGV.

“Penempatan materi komunikasi kepada pengunjung di seluruh area CGV dan secara  daring atau online untuk meningkatkan pengetahuan tentang protocol kesehatan di bioskop,” ujarnya.

“Selain protokol kesehatan tersebut diatas, pembersihan dengan disinfektan ditempat yang sering disentuh pengunjung, seperti konter meja, kursi, mesin penjualan tiket, wastafel, dan lainnya akan ditingkatkan, dan  marka penanda jaga jarak di lantai juga telah dipasang untuk memastikan jarak aman antar pengunjung dan mencegah kerumunan,” jelasnya lagi.

Pihaknya berharap dengan pembukaan kembali bioskop bisa menggairahkan kembali aktivitas rumah produksi atau Production House dalam memproduksi dan merilis film-film nasional, kemduian membantu memulihkan ekonomi di sector industry kreatiflainnya.

“Dengan dibukanya bioskop, maka kembali membuka peluang lapangan kerja di sekitar CGV beroperasi. Masyarakat bisa kembali menonton di bioskop dengan aman dan nyaman dengan menerapkan protocol kesehatan yang ketat, yang n film (showtime) di CGV PTC Mall dimulai pukul11.50 WIB, dan show time terakhir pada jam 19.45 WIB. Harga tiket dimulai dari Rp 30.000 perorang,” ujarnya. (har)

 

KOMENTAR MEREKA:

 

Dr dr Zulkhair Ali SpPd K-GH, Ketua IDI Cabang Palembang

Konsisten dan Ketat Prokes

Dr dr Zulkhair Ali SpPd K-GH, Ketua IDI Cabang Palembang

DIBUKANYA kembali bioskop-bioskop di Kota Palembang  tak menjadi persoalan selama penerapan protokol kesehatan  (Prokes) konsisten diterapkan tentu untuk mencegah penularan covid-19.

Jika memang prokes dilakukan secara konsisten dan ketat  maka sudah bisa menekan penularan. Saya rasa angka penularan di sana (kawasan hiburan bioskop,Red) tidak akan tinggi.

Namun saya tetap mengimbau masyarakat yang akan mendatangi tempat keramaian tetap waspada dan tetap mematuhi Prokes di era baru ini.

Juga jangan lupa memakai masker dan selalu cuci tangan. Yang jelas ada jaminan kebersihan baik dari diri sendiri dan lingkungan sekitar termasuk di titik keramaian. (har)

 

Ardianta SPd, Pengamat Sosial

Putusan Belum Tepat

Ardianta SPd, Pengamat Sosial

DALAM kondisi pandemi ini, mengoperasikan bioskop kembali sangat tidak tepat. Karena seperti yang kita ketahui kondisi di bioskop itu luar biasa, kalau sehari itu jadwal satu film itu sudah sampai satu setengah jam kayaknya kesananya mungkin kalau dalam sehari semalam itu dia sampai 10 sampai 11 scene film ini dan di situ orangnya ganti-ganti ditiap kursi, apabila masih tetap dilanjutkan untuk bisnis komersial untuk bioskop itu sangat belum tepat.

Belum tepat karena memang kondisi pada saat ini belum terjadi tanda-tanda terjadi penurunan penurunan terjadi dan solusi dari Covid-19 ini pun hanya satu, yaitu vaksin dan vaksinnya belum ditemukan.

Kemudian untuk standar yang harus disiapkan oleh para pengelola bioskop, agar kenyamanan pengunjung atau penonton tetap terjaga, yang pertama adalah tetap menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan.

Dan apabila memungkinkan di setiap selesai pertunjukan atau pemutaran scene film dalam ruang bioskop alangkah baiknya itu dilakukan penyemprotan disinfektan atau cairan pembasmi virus terutama di kursi penonton bioskop.

Dan yang lebih baik lagi, untuk pemutaran film atau kegiatan komersialisasi di bioskop itu distop dulu. Karena kita tahu sendiri, di beberapa masjid, instansi pemerintahan, fasilitas umum saja masih menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat sekali untuk penanggulangan virus Corona ini, maka untuk bioskop yang khususnya dalam lingkup hiburan atau dunia hiburan lebih baik untuk tidak beroperasi dulu, untuk kepentingan orang banyak.

Karena dengan kita menahan diri, sementara itu akan menyelamatkan banyak orang, itu lebih baik dibanding kita mementingkan ego kita untuk mencari hiburan. Disini yang harus kita kedepankan adalah untuk kebaikan orang banyak. (nov)

 

Madi Apriadi Spd Mpd, Akademisi

Harus Patuhi Prokes

Madi Apriadi Spd Mpd, Akademisi

BERBICARA masalah covid tentu kita harus mengutamakan pencegahan penyebaran wabah ini. Salah satunya menghindari keramaian namun perekonomian juga harus berjalan.

Karena jika perekonomian tidak jalan tingkat kemiskinan akan bertambah bahkan kejahatan juga akan meningkat.

Jadi jika bioskop dibuka sebenarnya tidak jadi masalah jika mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Dengan demikian kita bisa memutus mata rantai penyebaran covid-19 namun perekonomian tetap berjalan. (uci)