Muba Siap Jadi Ibukota Dunia dari Energi Berkelanjutan Berbasis Sawit

Bupati Muba Dodi Rez Alex diskusi Menuju World Capital of Sustainable Energy Based on Palm Oil hasil kolaborasi MarkPlus, Inc, Rabu (11/11/2020). Foto: dinkominfo muba

JAKARTA, PALPOS.ID – Dikenal sebagai daerah segudang sumber energi di Indonesia, Sumsel khususnya Muba bertekad memaksimalkan produksi energi berkelanjutan berbagai aspek.

Diantaranya enam sektor memiliki potensi besar seperti perkebunan, pertanian, peternakan, perikanan, ekonomi kreatif, dan pariwisata.

Hal ini menjadi pembahasan utama dalam diskusi virtual Muba 2030: Menuju World Capital of Sustainable Energy Based on Palm Oil hasil kolaborasi MarkPlus, Inc. dan Pemkab Muba.

Founder & Chairman MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya menilai Muba tidak hanya sebagai gudang energy, tetapi juga memiliki sektor lain yang maju dan besar seperti pertanian.

Kekayaan tersebut diharapkan mampu mendorong pemerintah Muba optimalisasi pengelolaan serta produksi energi berkelanjutan untuk menyongsong tahun Indonesia emas dengan sustainable development goal.

“Muba punya potensi besar sebagai percontohan energi berkelanjutan bagi daerah hingga negara lain, contohnya program perkebunan rakyat,” ungkapnya, Rabu (11/11/2020).

Menurutnya, untuk menyongsong visi 2030 harus dimulai dengan perencanaan program tahun 2021 hingga 2030 yang diyakini sebagai tahun relief atau penuh bantuan mengingat investasi, ekspor, dan konsumsi masyarakat turun drastis. Sehingga diperlukan strategi untuk recovery dan membuat negara luar melirik Indonesia khususnya Muba.

Menanggapi itu Bupati Muba Dodi Reza Alex optimis daerah yang sedang dipimpinnya mampu menjadi ibukota energi berkelanjutan berbasis kelapa sawit tahun 2030.

Mengingat saat ini sudah berjalan beberapa program terkait keberlanjutan salahsatunya produksi bensin dari kelapa sawit. Keunggulan ini mencapai tujuan Muba tahun 2025 menjadi nation of champion sustainable economy atau juara nasional tentang ekonomi berkelanjutan.

“Ini bukan hanya mimpi, tapi sudah dirintis dan masuk tahap proses, dan produksi bensin sawit dari Muba akan dimulai dalam waktu dekat,” papar Dodi.

Produksi bensin kelapa sawit menunjukan Indonesia sebagai bangsa mandiri, tidak bergantung pasar luar, dan bisa diproduksi serta dihasilkan dari petani-petani rakyat di Muba. (rom)