Basarnas Palembang Siap Menghadapi Fenomena Lanina

Marsekal TNI Bambang Suryo Aji mengecek kesiapan Basarnas Palembang, Rabu (18/11/2020). Foto: denni/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Kepala Badan SAR Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito, melalui Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Pusat, Marsekal TNI Bambang Suryo Aji, meninjau langsung persiapan Basarnas Palembang menghadapi fenomena Lanina atau cuaca ekstrim yang berlangsung hingga Februari 2021 mendatang.

Bambang Suryo dalam kesempatan Rabu (18/11/2020) pagi mengatakan, agar potensi SAR terus dibina dan ditingkatkan secara massif. Sehingga bila dibutuhkan akan sangat membantu Basarnas dalam operasi SAR secara cepat dan tepat.

“Basarnas ini dibutuhkan kecepatan merespon terjadinya bencana, disitulah nadi dan jantung kita. Informasi harus cepat diterima Basarnas, supaya tidak terlalu lama penanganannya,” cetusnya.

Bambang berharap penuh agar Basarnas handal, bekerja secara professional, sinergi dan militan. “Basarnas harus jadi tauladan, sebab penilaian kinerja Basarnas ini pada publik. Alhamdulilah Basarnas mendapat penghargaan dari Presiden atas transparansi pengadaan barang dan jasa,” katanya.

“Maka kinerja ini harus ditingkatkan, dengan didukung segenap Kakansar, personil dan lembaga lainnya. Setelah saya melihat personil dan peralatan Basarnas Palembang secara marathon dari Aceh, saya nyatakan Basarnas Palembang siap menghadapi fenomena Lanina ini, hujan disertai petir dan angin kencang,” tukasnya kepada Palpos.Id.

Kakansar Basarnas Palembang Heri Marantika SH MSi, menyebutkan saat ini Basarnas Palembang memiliki 75 personel didukung potensi SAR 409 orang. Yang telah terdaftar, telah tersertifikasi, serta pelatihan Basarnas.

“Dengan dibantu tiga kantor Sar, di Mura, OKU Timur, dan Pagaralam. Dimana ada 16 aliran sungai atau Batang Hari 9 dan gunung api aktif Gunung Dempo, merupakan wilayah rawan bencana,” jelasnya.

Belakangan kejadian berkembang, seperti ada tanah longsor, dilokasi tanah luas ditambang warga sendiri tanpa izin di Muara Enim. “Awalnya kejadian ditutupi, tetapi tercium publik, dengan korban 13 orang meninggal. Sehingga proses evakuasi swadaya, namun tidak bisa dibiarkan,” jelasnya.

Heri senidri berharap, dengan kondisi luas wilayah tersebut, Basarnas dapat ditingkatkan dari kelas B menjadi kelas A. (den)