Jaring 42 Pelanggar Tidak Gunakan Masker

Tim gabungan menindak pengendara yang tidak memakai masker, Rabu (18/11/2020). Foto: efvhan/Palpos.ID

PAGARALAM, PALPOS.ID – Satpol PP Kota Pagaralam bersama anggota TNI dan Polres Pagaralam, menggelar operasi yustisi Prokes Covid-19, terhadap masyarakat yang kedapatan tidak mengenakan masker.

Dalam 2 jam berjalan, operasi yustisi berlangsung di kawasan Pasar Dempo Permai, berhasil menjaring 42 pelanggaran dari masyarakat, yang tidak menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

Sebagai efek jera, pelanggar dihukum menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selain itu, petugas gabungan TNI, Polri dan Sat Pol PP Kota Pagaralam juga menahan e-KTP pelanggar aturan, yang kemudian untuk dicatat dan didata sesuai dengan alamat pelanggar.

“Dasar giat yustisi ini, Ialah Peraturan Walikota (Perwako) Nomor 30 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman, pada situasi Covid-19 di Kota Pagaralam,” jelas Kasat Pol PP Kota Pagaralam Mastullah SPd MSi, Rabu (18/11/2020).

Dikatakan Mastullah, dalam Perwako Nomor 30 tahun 2020 ini, sanksi yang diberikan begitu jelas, terdiri dari sanksi administrasi, daya polisional bisa dari pemberian hukuman menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengucapkan Pancasila, push up dan sanksi sosial, berupa teguran lisan dan tertulis.

“Terakhir, ada sanksi denda yang diberlakukan, meliputi per orangan Rp50 ribu dan untuk Badan Usaha Rp250 ribu, pada Senin (17/11/2020) kita tetapkan menerapkan sanksi-sanksi tersebut, dengan sanksi terakhir denda menjadi alternatif pilihan terakhir,” imbuhnya.

Mastullah mengakui, bahwa sebenarnya bukan sanksi dendanya itu menjadi pilihan, tetapi paling tidak masyarakat kembali disiplin dan sadar, bahwa Covid-19 adalah musuh bersama, dan akan berhasil apabila masyarakat sendiri ikut bersama-sama, baik itu dari pemerintah, TNI, Polri maupun institusi lainnya, dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Pagaralam.

Di hari pertama giat yustisi sendiri, tambah Mastullah, setidaknya tercatat ada 42 orang yang terjaring, dengan pelanggaran tidak menggunakan masker. “Harapannya, agar masyarakat kembali sadar bahwa giat ini, adalah salahsatu cara untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dengan tetap wajib menggunakan masker dimana pun berada,” harapnya. (faj)