Komplotan Begal Meresahkan Warga Terkepor Dipelor

PALEMBANG, PALPOS.ID – Komplotan begal meresahkan warga, akhirnya digulung Unit II Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel. Para pelaku menyasar pengemudi mobil truk, mobil pikap atau motor yang melintas dini hari, dari kawasan Terminal Karya Jaya, Kertapati hingga Musi 2, Palembang.

Para pelaku yakni, tersangka Zainuddin (25), warga Jalan Nila Kandi, Kelurahan Keramasan, Kertapati, selaku eksekutor terpaksa paha kanannya dihadiahi sebutir pelor.

Dengan otaknya tersangka Okta Kurniawan (25), warga Jalan Nila Kandi, RT 08/02, Kelurahan Karya Jaya, Kertapati, juga terpaksa kedua kakinya dilumpuhkan dua timah panas polisi.

Satu pelaku lagi, Gusti Randa (20), warga Jalan Abi Kusno CS, RT 35/07, Kertapati, juga turut diamankan. Sedangkan satu pelaku lagi Andi (DPO) kini jadi buronan polisi.

Dari keterangan Okta, ini kali keenamnya ia melakukan aksi begal terhadap pengemudi mobil dan motor. “Kami beraksi setiap pagi subuh dini hari, terus kami hadang mobilnya pakai motor. Sopir langsung aku kalungi lehernya pakai pisau, aku mintai uang. Kalau ada barang seperti ponsel juga aku ambil,” ungkap Okta kepada Palpos.Id, Kamis (19/11/2020).

6 kali melakukan begal, mulai dari kawasan Terminal Karya Jaya Kertapati sampai Musi 2. “Biasanya di Musi 2, deket Pos Lalu lintas, di Terminal Karya Jaya, di dekat SPBU Musi 2. Paling besar dapat uang Rp 1,5 juta, biasanya Rp 400 ribu. Begal karna tidak ada kerjaan,” bebernya.

Okta sendiri kali ketiganya dijebloskan ke penjara, dengan ditangkap polisi, Rabu 18 November 2020 sekitar pukul 22.00 WIB di tempat terpisah di Kertapati.

“Sebelumnya di sel selama 6 bulan di Lapas Pakjo tahun 2018 itu kasus begal. Lalu ditahan lagi 8 bulan sebelumnya juga di Lapas Pakjo tahun 2014,” timpalnya.

Selain untuk kebutuhan, pelaku juga kerap mengkonsumsi narkoba jenis sabu. “Paling sepakat kami pake rame-rame,” ujarnya.

Lalu pengakuan tersangka Zainuddin, sekali beraksi biasanya dapat uang Rp Rp 400 ribu. “Kejadiannya bulan Oktober kemarin. Sasarannya truk sama pick up, kami bagi 4 orang duit itu. Tugas aku bawak motor, Okta yang eksekusi,” ujarnya.

Sedangkan Gusti Randa mengaku dua kali terlibat dalam kasus begal. “Aku juga bawa motor sambil ikut nakuti korban,” timpalnya.

Salah satu korbannya Hasbi (23) warga Karang Anyar, Kecamatan Gandus. “Aku bawa mobil pikap dari Indralaya ke Palembang muatan ikan, tanggal 3 bulan November 2020 pukul 03.30 WIB. Tiba-tiba dihadang pelaku pakai motor. Dia ngalungi leher aku pakai pisau. 2 ponsel aku di rampas sekitar Rp 3 juta,” terangnya kepada Palpos.Id.

Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi SIk, didampingi Kanit II Kompol Bachtiar SH menegaskan telah mengamankan 3 pelaku komplotan begal meresahkan.

“Ketiga pelaku ini menyasar kendaraan pick up atau truk yang melintas di waktu sepi dini hari, dari Terminal Karya Jaya sampai Musi 2. Pelaku mengancam pakai pisau kemudian merampas uang dan barang bawaan para sopir,” jelasnya.

Salah satu pelaku Okta merupakan resedivis kasus serupa. “Satu pelaku otaknya kita tangkap, bersama dua rekannya. Satu lagi Andi (DPO) kita kejar. Para pelaku kita jerat dengan pasal 365 KUHP yang ancamannya diatas 7 tahun,” tukas Suryadi. (*)