Verifikasi Tahun Kedua Stek Kopi, Petani Melebihi Target

Salah seorang petani di Pagaralam sedang melakukan perawatan tanama kopi miliknya, Rabu (18/11/2020). Foto: efvhan/Palpos.ID

PAGARALAM, PALPOS.ID – Tahapan pelaksanaan program sejuta stek kopi digaungkan Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni dalam mendongkrak komoditi unggulan kopi, berjalan sesuai jadwal. Memasuki tahun kedua program stek kopi, mulai dilakukan verifikasi setelah para petani penerima bantuan melakukan sambung kopi.

Kepala Dinas Pertanian Kota Pagaralam, Gunsono Mekson SE MM melalui Sekretaris Ade Dwi Darmayanti SP mengatakan, program stek kopi tahun 2020 ini tahapannya sudah dilakukan verifikasi hingga 28 November mendatang.

Sebelumnya ditambahkan Kabid Tanaman Produksi Perkebunan, Diki Herlambang SP, pelaksanaan stek sejak dilakukan perdana penyetekan berjalan lancar. Bahkan hingga saat ini ada beberapa petani penerima bantuan sambung kopi justru melebihi target atau Rencana Usulan Kerja (RUK).

Contohnya, yang dilakukan anggota Poktan Berangsane di Kelurahan Penjalang, Kecamatan Dempo Selatan. “Anggotanya justru melakukan stek hingga 2.000 batang kopi padahal untuk usulannya hanya 1.500 stek batang saja,” katanya.

Dengan demikian, pihak dinas mengapresiasi poktan yang menyambut baik program Pemkot Pagaralam dalam hal ini program yang digagas walikota Pagaralam. Kendati melakukan stek kopi lebih dari RUK namun tetap saja untuk pembayaran bantuan upah stek bagi petani sesuai RUK hanya 1.500 stek kopi. “Dengan catatan jika jumlah 1.500 stek kopi itu hidup setelah dilakukan verifikasi oleh tim nantinya,” ujar Diki.

Untuk diketahui, program stek kopi yang memasuki tahun kedua sebanyak 39 poktan penerima bantuan, dengan jumlah anggota sebanyak 695 petani. Jika dirincikan areal tanamnya mencapai sekitar 700 hektare lahan kopi.

Yang jelas, untuk program sejuta stek kopi ini akan dilakukan secara berkelanjutan hingga kedepannnya. Tujuannnya untuk mensejahterahkan petani kopi dengan mendongkrak produksi tanaman kopi yang notabanenya merupakan komiditi unggulan Kota Pagaralam. “Diharapkan program Pak Walikota ini berjalan seperti sesuai dengan harapan, khususnya mendongkrak produksi kopi milik petani,” pungkasnya, Rabu (18/11/2020).

 

Ditransfer ke Rekening Poktan

 

Program stek kopi 2019 tinggal menunggu pencairan. Segera dibayarkan kepada petani penerima, terkait petani yang sudah melaksanakan sambung kopi di lahannya. Sebelumnya telah melewati serangkaian tahapan, mulai dari verifikasi dan review hasil di lapangan oleh pihak inspektorat.

“Sudah direview oleh pihak inspektorat (hasil verfikasi, red), secepatnya bantuan stek kopi ini diberikan kepada petani melalui kelompoknya,” ujar Sekretaris Ade Dwi Darmayanti SP.

Pembayaranya sebut Ade melalui transfer rekening kelompok. Jika untuk hasil stek kopi pada 2019 lalu belum sepenuhnya seperti yang diharapkan. “Bantuan yang diberikan sesuai dengan realisasi yang dilakukan petani penerima di lapangan atau sekitar Rp400 juta lebih,” ujarnya.

Kabid Tanaman Produksi Perkebunan, Diki Herlambang sebelumnya mengakui, kendati sedikit adanya hambatan, program stek kopi Walikota Pagaralam pada 2019 lalu selesai dilaksanakan. Realisasinya tercapai sekitar 24 persen.

Dia menyebutkan, jika bantuan tersebut sudah dilakukan verifikasi ulang tidak hanya oleh penyuluh, melainkan bersama tim, yaitu inspektorat dan aparat kepolisian. “Jika dikalkulasikan untuk real hasil verfikasi tim sebanyak 240.137 stek kopi. Jumlah ini yang akan dibayarkan kepada kelompok tani kopi penerima yang telah melaksanakan program sejuta stek kopi, senilai Rp480.274.000 (per satu stek hidup diberikan bantuan Rp2.000, red),” ulasnya.

Dia juga mengatakan,  di tahun 2020 ini ditargetkan program stek kopi ini lebih baik lagi. Detailnya, untuk Kecamatan Dempo Tengah terealisasi 74.331 stek kopi, Dempo Utara sebanyak 75.379 stek kopi, Dempo Selatan sebanyak 83.872 stek kopi, sementara 6.555 stek kopi terealiasi di wilayah Pagaralam Utara. (faj)