Agrowisata Desa Penanggiran Dibangun Multikonsep

Kebun stroberry salah satu agrowisata andalan di Semende Raya Kabupaten Muara Enim. Foto: diskominfo muara enim/dok

MUARA ENIM, PALPOS.ID – Rencana Pemkab Muara Enim kerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB)  mengembangkan kawasan agrowisata di Desa Penanggiran, Kecamatan Gunung Megang, terus dimatangkan.

Taman Agrowisata Serasan Sekundang (TASS) yang siap dibangun di Desa Penanggiran dikembangkan multikonsep yakni dengan konsep kemandirian, keterpaduan, produktivitas, keberlanjutan dan nilai tambah ramah lingkungan.

Menurut Profesor Luki Abdullah perwakilan dari IPB, prinsipnya dinamakan Taman Agrowisata Serasan Sekundang (TASS) dibangun dengan berbagai konsep.

“Pembangunan TASS harus didukung dengan Peraturan Daerah (Perda), SDM dan pengelola handal berpengalaman mengelola kawasan Agrowisata,” kata Luki saat Rapat Review Kawasan Pertanian Terpadu Penanggiran di Ruang Rapat Pangripta Sriwijaya Bappeda Muara Enim, Kamis (19/11/2020).

Luki menuturkan adapun manfaat dari TASS yaitu kesempatan masyarakat menikmati sarana wisata, menambah wawasan baru petani peternak inovasi baru, menjadi objek pendapatan daerah, membuka peluang lapangan kerja baru, dan produktivitas lahan meningkat.

Sedangkan bidang-bidang yang mengisi area TASS ini, lanjutnya nanti ada diantaranya bidang pariwisata dengan zona arboretum tanaman hutan. “Lalu ada bidang litbang penyelenggaraan gelar inovasi daerah, bidang pertanian melaksanakan produksi tanaman organik dan bidang lainnya,” ungkapnya.

Sementara Staf Ahli bidang SDM Muara Enim, Panca Surya Diharta, mencermati penyusunan perencanaan teknis pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu Desa Penanggiran.

Panca meminta sebelum masuk tahap penetapan dokumen, masing-masing OPD mencermati apakah yang menjadi review sesuai dengan bidang-bidang di OPD.

“Tolong dicermati masing-masing Perangkat Daerah apakah pas dengan bidang masing-masing OPD dalam penyusunan Kawasan Pertanian Terpadu Penanggiran. Kali sudah menjadi dokumen final tidak akan bisa berubah. Untuk itu dicek dulu apa yang telah menjadi paparan dari kawan-kawan IPB,” pintanya.

Kemudian lanjut Panca, sebelum melangkah lebih lanjut untuk disepakati dulu apakah sepakat dinamakan Agrotechnopark atau Agrowisata. “Agar jelas, Agrotechnopark itu leading sektornya Balitbangda dan Agrowisata leading sektornya Dinas Pariwisata. Jadi nanti yang memiliki kewenangan harus satu dan ditetapkan dengan Perda,” jelasnya. (ozi)