Harga Sembako dan Sayur Mayur Naik Tajam

Ibu-ibu sedang berbelanja di Pasar Atas Baturaja, Kamis (19/11/2020). Foto: eko/Palpos.ID

BATURAJA, PALPOS.ID – Warga Baturaja, Kabupaten OKU sepekan terakhir dibuat pusing dengan kenaikan sejumlah kebutuhan pokok dan sayur mayur yang dijual pedagang di sejumlah pasar tradisional.

Fitri (24), warga Sukajadi, Kamis (19/11/2020) mengaku, sejak sepekan terakhir harga sebagian besar kebutuhan pokok dan sayur mayur mengalami kenaikan.

Ia mencontohkan, harga beras kualitas super biasanya dijual rata-rata sekitar Rp11 ribu perkilogram, namun sekarang sudah naik menjadi Rp12 ribu perkilogram.

Kemudian harga ayam potong biasanya paling mahal Rp25 ribu perkilogram, namun sekarang sudah naik menjadi Rp30 ribu perkilogram.

Begitu juga harga telur ayam ras naik dari Rp21 ribu hingga Rp22 ribu menjadi Rp25 ribu perkilogram, harga bawang merah kini paling murah Rp35 ribu perkilogram, bawang putih Rp24 ribu perkilogram.

Selanjutnya harga cabai setan yang biasanya Rp20 ribu perkilogram kini meroket menjadi Rp40 ribu perkilogram, tomat dari Rp3 ribu menjadi Rp10 ribu perkilogram dan cabai merah keriting kini Rp40 ribu perkilogram.

“Pokoknya pusing kak, karena disaat pandemi corona seperti ini ternyata harga kebutuhan pokok dan sayur mayur justru tidak bersahabat,” sesal ibu tiga anak itu mengeluh.

Pengakuan serupa juga diutarakan Eni (34), warga RS Sriwijaya. “Iyo naik galo. Jadi pening kito dibuatnyo,” keluh Eni.

Sementara Junaidi (39), salah seorang pedagang sayur mayur di Pasar Atas Baturaja menjelaskan, kenaikan harga sembako dan sayur mayur tersebut terjadi karena memang harga tebus di tingkat agen mengalai kenaikan.

Disamping itu lanjut dia, permintaan konsumen sejak sepekan terakhir juga mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari biasa. “Akhir-akhir ini banyak yang hajatan jadi permintaan di pasaran juga meningkat,” katanya.

Sementara Yani (42), pedagang ayam di Pasar Baru Baturaja mengatakan, saat normal biasanya hanya menghabiskan paling banyak 20 hingg 30 ekor ayam perhari, namun sekarang bisa mencapai 50 ekor perhari. “Kenaikan ini biasanya akan terus terjadi mengingat sebentar lagi akan ada perayaan Natal dan tahun baru 2021,” tandasnya. (eco)