Realisasi PBB Lubuklinggau Masih Jauh Dari Target 

Ilustrasi Pajak Bumi dan Bangunan. foto: istimewa/jatimtimes.com/net

LUBUKLINGGAU, PALPOS.ID – Realisasi pendapatan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kota Lubuklinggau tahun 2020 terancam tidak memenuhi target. Pasalnya hingga bulan September PBB baru terealisasi 48 persen dari Rp, 5,5 miliar target yang ditetapkan.

Kepala Badan Pengelollan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Lubuklinggau, Tegi Bayumi, melalui Kabid PBB dan BPHTB, Edward Sastra Wijaya mengatakan, belum tercapainya realisasi PBB karena masih rendahnya kesadaran masyarakat.

“Ditambah sekarang faktor pandemi Covid-19, banyak wajip pajak di kota ini mengaku pendapatan ekonominya menurun drastis, sehingga kesulitan membayar pajak,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (19/11/2020).

‎Kendati demikian BPPRD Lubuklinggau akan tetap berupaya menagih tunggakan  sampai akhir tahun mendatang. Bahkan bagi yang terlambat berdasarkan keputusan Wali Kota Lubuklinggau tidak akan dikenakan denda.

“Tahun ini karena pandemi kita ada stimulus, kita tidak mengenakan denda kepada wajip pajak sampai Desember mendatang, harapnya dengan stimulus ini masyarakat mau membayar,” terangnya.

Dikatakan Edwar, masalah sosialisasi stimulus ini, BPPRD sudah koordinasi dengan seluruh camat, lurah serta RT untuk sosialisasi ke masyarakat untuk taat membayar pajak.

“Kita sekarang sudah membentuk tim untuk terjun langsung dari rumah ke rumah, nanti tim itu yang akan melakukan penagihan,” pungkasnya. (mar)