Wanda Dihantui Rasa Bersalah, Sudah Berniat Menyerahkan Diri

LUBUKLINGGAU, Palpos.Id – AI alias Wanda (16),  pelaku utama sekaligus dalang di balik pembunuhan disertai perampokan terhadap Abdie Haqim Perdana alias Dedek (15), warga Jalan Hanura RT 10, Kelurahan B Srikaton, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas (Mura),  akhirnya diringkus Tim Macan Satreskrim Polres Lubuklinggau, Kamis (19/11/2020), sekitar pukul 15.00 WIB.

Sebelum tertangkap ternyata Wanda sudah punya niat menyerahkan diri. Niat itu muncul karena dirinya terus dihantui rasa bersalah. Berikut cerita Wanda kepada wartawan.

BACA JUGA :

Awal kejadian Minggu (01/11/2020), Wanda meminta korban mengantarkannya menemui Aldo (18), di Kos-Kosannya, dengan alasan mengambil uang untuk membayar utang ke temannya. Dalam perjalanan terlintas dipikirannya untuk mengambil motor korban.

Setibanya di kosan Aldo, tersangka Wanda langsung ke dapur bersama Aldo untuk menyusun rencana jahat terhadap korban Dedek.

Kemudian Wanda kembali ke depan menemui korban Dedek dan mengatakan sebelum mengantarkannya pulang, dirinya minta diantarkan  mengambil dua motor di Belakang Bandara. “Dek agek antar kami ke belakang bandara ngambek motor,” ujar Wanda mengingat kembali ucapannya kepada korban.

BACA JUGA :

Alasan ingin mengambil dua motor di rumah bibinya Aldo, ternyata menjadi jaring mematikan bagi korban. Selanjutnya Wawan dan Aldo mengajak korban pergi dengan mengendarai motor korban. “Aku yang nyetir, Dedek di tengah, Aldo dibelakang,” ungkap Wanda.

Setelah tiba di jalan yang sepi, lanjut Wanda, Aldo yang duduk paling belakang langsung mengeksekusi korban dari belakang. Kemudian, sepeda motor yang mereka kendarai terbalik, korban dan Aldo terjatuh. “Aku bangun, terus Aldo nujah dedek berkalikali,” ujar Wanda.

Setelah itu lanjut Wanda, Aldo memintanya membantu mengangkat korban dari tepi jalan ke atas rumput dinlahan kosong di dekat TKP. Lalu Aldo memintanya menutupi jasad korban dengan daun. “Kato Aldo tutup dengan daun-daun biar idak dijingok wong,” terang Wanda.

Setelah mengikuti instruksi Aldo, dia dan Aldo kembali ke kos-annya Aldo. Disana, dirinya sempat mandi dan mencuci pakaiannya yang dipenuhi darah korban Dedek. “Aku mandi, terus cuci baju aku yang keno darah Dedek, terus aku salin dengan baju Aldo,” ujarnya.

Sementara motor milik korban Dedek, diceritakan tersangka Wanda, dibawa oleh tersangka Ari untuk dijual. Setelah selesai membersihkan diri, malam harinya dia pulang diantar oleh tersangka Aldo dan Ari.

Dua hari kemudian, keluarga korban Dedek menanyakan keberadaan korban kepada tersangka Wanda. “Aku sudah diajari Aldo, kalau keluarganyo nanyo jawab apo,” kata Wanda.

Karena itu saat keluarga korban bertanya, dia masih bisa santai menjawab tidak tahu. “Aku ngomong kalau setelah Dedek ngantar aku, sudah itu dak pernah ketemu lagi,” terangnya.

Sementara itu, dari hasil penjualan motor korban, dikatakan Wanda, dia mendapatkan bagian Rp1 juta. “Motornyo dijual kak Ari Rp2,9 juta, aku cuma ngambek untuk bayar utang Rp 200 ribu sudah tu nebus laptop aku (digadai ke temannya) Rp 800 ribu, sudah tu sudah,” ungkap tersangka Wanda.

Lebih lanjut, Wanda menceritakan, karena keluarganya sudah mulai sibuk mencari korban, dirinya mulai tak tenang.  Kemudian, dirinya menggadaikan motor Mio milik keluarganya untuk bekal kabur. “Hari kamis (05/11/2020), aku lari ke Lahat, di Lahat aku ngelandang,” kata Wanda.

Selama di Lahat, menurut Wanda, dirinya tidak bisa tidur nyenyak karena terus dihantui rasa bersalah. “Aku dihantui Dedek terus, pertamo aku mimpi keluargonyo nyari aku. Terus aku mimpi seolah-olah Dedek masih hidup terus aku duduk beduo dio cerito. Jadi setiap tidur sebentar-sebentar bangun dak bisa tiduk lagi,” ceritanya.

Karena terus dihantui rasa bersalah, akhirnya dirinya berniat untuk menyerahkan diri. “Aku baru balik ke Linggau kemarinlah, terus aku ditangkap,” pungkasnya. (*)