Ikut Nodong Pacar Sendiri, Petugas Tol Ditangkap Anggota Jatanras

Ketiga tersangka penodongan diamankan ke Unit Jatanras Polda Sumsel, Minggu (22/11). Foto: istimewa

PALEMBANG, Palpos.Id – Anggota Unit 3 Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, akhirnya berhasil meringkus tiga dari empat pelaku penodongan terhadap, Mustika Ulandari (21), warga Jalan Swadaya, Lorong Pelamboyan, Kelurahan Srijaya, Kecamatan Alang – Alang Lebar.  Ironisnya, salah satu pelaku tak lain adalah kekasih korban sendiri, yakni tersangka Darman Kaslim (23).

Tersangka Darman bersama tiga temannya, yakni Agung Paryoga (23), Adi Pratama (24) dan Yadi (DPO), menodong kekasinya ada Rabu 4 Juli 2018 lalu, di Jalan Demang Jalan Letnan Murod, Srijaya, Kecamatan Alang-Alang Lebar.

“Kejadiannya dua tahun yang lalu, waktu itu korban dan saya masih pacaran. Terus yang punya ide nodong itu teman saya, Yadi yang belum tertangkap,” kata Darman, saat diamankan di Jatanras Polda Sumsel, Minggu (22/11).

Awalnya, kata Darman, dia dan korban janjian untuk jalan sambil makan model. Lalu di tengah perjalanan bertemu dengan temannya, Yadi dan mengajak untuk menodong pacarnyan atau korban. Karena tidak ada uang dirinya pun mengiyakan terus merekayasa kejadi tersebut.

Setelah rencana diatur, Darman menjemput korban di rumahnya. Setelah itu, mereka merencanakan aksinya, setelah pelaku dan korban pulang ke rumah usai makan model dari belakang tiga pelaku sudah mengikuti. Sampai di lokasi sepi ketiganya menyetopi korban dengan medong senjata tajam mereka pun mengambil tas korban.

“Pas mereka mengambil tas, aku pura-puran takut dan tidak berani melawan. Karena takut pacar saya berterika minta tolong. Mereka lari semua sambil membawa tas, lalu meninggal motornya karena takut dikejar warga,” jelasnya.

Darman mengungkapkan, atas kejadian tersebut dirinya bersama pacarnya pun membuat laporan ke pihak kepolisian.

“Saya jadi saksi dalam laporannya itu, karena pacar saya tidak tahu kalau saya terllibat. Sampai sekarang dia juga belum tahu, kami sudah putus dan dia kabarnya sudah menikah,” ungkapnya.

Usai membuat laporan itu, lanjutnya, dia langsung melarikan diri ke Kota Medan dan berkerja sebagai petugas tol. “Lalu saya dipindahkan tugas ke tol Indralaya, sudah hampir 8 bulan di Palembang, dan tadi ditangkap polisi,” pungkasnya. (*)