Bahan Pokok Aman, Daya Beli Masyarakat Menurun

Monitoring ketersediaan bahan pokok di Pasar Pagaralam, Minggu (22/11/2020). Foto: efvhan/Palpos.ID

PAGARALAM, PALPOS.ID – Hingga kini stok bahan pokok di Kota Pagaralam, masih terbilang cukup normal. Hanya saja, untuk daya beli masyarakat sangat menurun cukup drastis. Hal ini lantaran akibat pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

“Kita telah mengecek langsung ke lapangan, dengan mendatangi sejumlah agen atau Toko Sembako di wilayah Kota Pagaralam, untuk memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok, dengan mendata ketersediaan stok bahan pokok tiap bulannya, sehingga dapat terus terpantau,” ujar Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Pagaralam, Dawam SH MM melalui Kabid Perdagangan, Suprianto SSos MSi, Minggu (22/11/2020).

Dikatakan Suprianto, berdasarkan hasil monitoring harga dan bahan strategis lainnya, yang telah dilakukan pendataan dan pemantauan, sejauh ini ketersedian bahan pokok di Kota Pagaralam masih tergolong cukup aman, sementara buat daya beli masyarakat sendiri mengalami penurunan yang sangat signifikan, kemungkinan ini diakibatkan dari pandemi Covid-19.

“Di saat stok bahan pokok aman. Namun, justru daya beli masyarakat yang terlihat menurun drastis sejak pandemi Covid-19. Penurunan daya beli masyarakat ini dalam artian jumlahnya yang berkurang, sebab banyak yang tidak beraktivitas, terlebih lagi musim panen kopi sekarang ini sudah habis,” ungkapnya.

Sementara Acai, Agen Bahan Pokok Toko Sahabat 1 mengakui bahwa selama masa pandemi Covid-19 ini penjualan bahan pokok tingkat penurunannya sangat drastis sekali. “Penurunan penjualan bahan pokok sangat drastis sekali. Untuk penjualan bahan pokok seperti beras, gula hingga minyak, kita cukup terbantu dengan adanya para dermawan yang melakukan aksi Bakti Sosial (Baksos). Ini cukup membantu dari segi penjualan bahan pokok,” ungkapnya.

Menurut Acai, bila terfokus kepada daya beli masyarakat secara khusus, tentu bisa dibilang sangat jauh menurun sekali. “Kalau sekarang ini, memang sudah banyak penurunan. Jadi untuk penjualan produk barang yang memiliki masa kadaluarsa, kita tidak berani untuk menyetok banyak, kalau sudah habis baru ambil kembali,” pungkasnya. (faj)