Orang Tua Sambut Positif Sekolah Tatap Muka

Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe. foto: maryati/Palpos.ID

LUBUKLINGGAU, PALPOS.ID – Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memperbolehkan sekolah mulai tatap muka awal 2021, ditanggap positif guru dan pelajar di Kota Lubuklinggau.

Pasalnya sekolah melalui program daring (dalam jaringan) dinilai tidak efektif diterapkan di Kota Lubuklinggau. Bukan hanya karena jaringan yang tidak merata di setiap wilayah, tetapi banyak kendala teknis dihadapi siswa dan guru dalam penerapannya.

Hanya saja untuk penyesuasian dengan kebiasaan baru, sekolah tatap muka sebaiknya tidak langsung full 100 persen. “Untuk tahap awal sebagai masa percobaan sebaiknya dalam seminggu tatap muka hanya tiga hari,” kata Diah Oktarini (35), guru SMPN 6 Lubuklinggau.

Hal itu dilakukan untuk memberi waktu kepada siswa/i beradaptasi dengan kebiasaan baru di sekolah. Bila ternyata pada masa percobaan, protokol kesehatan (prokes) dalam belajar tatap muka bisa diikuti oleh siswa/i tentu sekolah tatap muka bisa dilakukan 100 persen. “Ini untuk memastikan prokes kesehatan bisa diikuti oleh semua pihak di sekolah, baik guru ataupun siswa,” tegas Diah, Minggu (22/11/2020).

Terpisah Walikota Lubuklinggau H Prana Putra Sohe (Nanan), melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Lubuklinggau, Dian Candra, menegaskan bahwa surat edaran dari kemendikbud tentang sekolah tatap muka akan dipelajari terlebih dahulu. “Kita akan siapkan terlebih dahulu aturan yang harus diterapkan di sekolah,” tegas Dian.

Sebab lanjut Dian, aturan dan syarat pelaksanan sekolah tatap muka itu diberikan kebijakan masing-masing daerah. “Kita akan bahas ini dengan yang terkait, pihak sekolah dan lainnya,” pungkas Dian. (mar)