Pamit Beri Makan Kambing, Ilham Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam

Jenazah korban ketika dievakuasi polisi dari TKP, Senin (23/11). Foto: Polsek Kalidoni for Palpos.Id

PALEMBANG, Palpos.Id – Nahas dialami Faisal (24), warga  Jalan Ratu Sianom Lorong H Umar Kelurahan 1 Ilir,  Kecamatan Ilir Timur II Palembang. Buruh ini ditemukan tak bernyawa akibat tenggelam di kolam milik Ilham, di Jalan Rawa Sari Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni.

Jasad korban pertamakali ditemukan oleh saksi bernama Mareta (26), warga Jalan Pasundan Lorong Nungcik, Kecamatan Kalidoni, Senin (23/11), sekitar pukul 07.30 WIB.

Data dari Polsek Kalidoni, kronologis kejadian pada Senin (23/11), sekitar pukul 06.30 WIB, korban dengan mengendarai sepeda motor datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memberi makan kambing yang bersebelahan dengan kolam milik Ilham.

“Lalu sekitar pukul 07.30 WIB, saksi datang ke TKP dan melihat tidak ada orang. Kemudian saksi ke kolam dan mendapati barang-barang milik korban di dekat sepeda motornya, sementara korban tidak ada,” kata Kapolsek Kalidoni AKP Kusyanto.

Tiba-tiba, saksi melihat sendal korban mengapung di dalam kolam. Mendapati hal itu, saksi langsung menghubungi pihak keluarga. “Ketika pihak keluarganya datang ke TKP, langsung masuk ke dalam kolam dan mendapati korban tenggelam sudah tak bernyawa. Kemudian langsung mengangkat jasad korban ke rumah yang ada di TKP,” jelasnya.

Selanjutnya, saksi melaporkan kejadian ke pihak kepolisian. “Mendapat laporan tersebut, kita langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP, mengambil keterangan saksi-saksi, dan mengidentifikasi serta memeriksa jasad korban,” ujarnya.

Selain itu, dari TKP berhasil menemukan barang bukti berupa satu unit sepeda motor, tas, dan sendal milik korban. “Kita sudah memasang garis polisi di TKP, dan membawa jenazah korban ke rumah duka di Kelurahan 1 Ilir,” katanya.

Berdasarkan keterangan dari hasil pemeriksaan luar (awal) oleh piket identifikasi, tambahnya, ditemukan bekas luka di bagian kepala belakang diduga benturan pada saat korban jatuh ke dalam kolam.

“selain itu, dari keterangan adik kadung korban, Ayu, korban selama ini sering kejang-kejang dan mengeluarkan busa di mulutnya. Atas dasar itu, keluarga korban membuat surat pernyataan tidak bersedia korban divisum,” pungkasnya. (cw09)