Jual Barang Curian Kepada Polisi, Gelek Jadi Pesakitan

Sidang kasus pencurian barang-barang Yayasan SD MI Fauziah, secara virtual di PN Klas 1A Palembang, Selasa (24/11). Foto: Dian/Palpos.Id

PALEMBANG, Palpos.Id – Di hadapan majelis hakim, Romi alias Gelek, terdakwa yang terlibat kasus pencurian barang-barang di ruang guru Yayasan SD MI Fauziah di Jalan Kapten Cek Syech, No.328, Keluarahan 18 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, mengakui perbuatannya.

“Itu benar, Pak. Saya terlibat dalam pencuri barang-barang itu, dan rencananya barang-barang itu akan kami jual untuk membeli makanan pokok sehari-hari,” ujar terdakwa Romi, melalui sidang virtual di ruang sidang Candra, Pengadilan Negeri (PN) Klas 1 A Palembang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi, Selasa, (24/11).

Setelah mendengarkan pangakuan terdakwa dan pemeriksaan saksi-saksi oleh Ketua Hakim Majelis, Mangapul Manalu SH MH, sidang ditunda dan akan dilanjutkan kembali, Selasa (1/12) pekan depan dengan agenda tuntutan terhadap terdakwa.

Di dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nenny Karmila SH MH disebutkan, Kamis, (27/8) sekitar pukul 14.30 WIB, Doni (buron) mendatangi terdakwa di Lorong Masjid Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan Gandus, dengan membawa barang-barang hasil curiannya dan menyuruh terdakwa untuk menjualkannya.

Sebelum menjualkan barang-barang curian itu, terdakwa menanyakan dengan siapa dia melakukan pencurian. Dan ternyata Doni melakukannya bersama bersama Fakul (buron). Akhirnya terdakwa menyetujui permintaan itu, dan diimingi upah Rp 40 ribu, jika berhasil menjualkannya.

Kemudian pada malam harinya, sekitar pukul 22.00 WIB, terdakwa bertemu dengan pembeli di bawah Jembatan Musi 2, tetapnya di Jalan Syahyakirti, Kecamatan Gandus.

Namun, sialnya ternyata pembeli yang bernama Heri merupakan anggota kepolisian yang menyamar. Kemudian tersangka ditangkap Heri dan timnya.

Adapun barang-barang curian itu yakni, 1 unit wireless merks Sony, 1 unit amplifer, 1 unit pembolong kertas merk Kenko, 2 unit kipas angin dinding merk Miyako, 1 lusin necis besar dan kecil, 1 kotak spidol snowman warna merah dan hitam, 1 kotak pena snowman warna merah, 1 kotak lakban warna hitam dan bening, 1 kotak tinta spidol merk snowman, 1 buah necis besar dan steples merk Joyko.

Menurut Nyimas (saksi), salah satu guru di Yayasan SD MI Fauziah, akibat perbuatan para pelaku, pihak sekolah menanggung kerugian sekitar Rp 2-3 juta. (dian)