Kasman Akui Memberi Informasi ke Sejumlah Anggota DPR Tentang Adanya Bagi-bagi Fee Proyek

Sidang lanjutan perkara suap fee 6 proyek di Kabupaten Muara Enim, Selasa (24/11). Foto: Dian/Palpos.Id

PALEMBANG, Palpos.Id – Setelah pekan kemarin sempat ditunda karena Ketua Majelis Hakim, Erma Suryati SH MH, berhalangan hadir lantaran ada salah satu keluarganya yang sakit.

Akhirnya, sidang lanjutan perkara dugaan suap fee 16 paket proyek di Kabupaten Muara Enim yang menjerat dua terdakwa, Aries HB mantan Ketua DPRD Muara Enim dan mantan Plt Kepala Dinas PUPR Muara Enim, Ramlan Suryadi kembali digelar.

Dalam persidangan yang digelar di ruang Utama Pengadilan Negeri (PN) Klas 1 A Palembang, Selasa (24/11), Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI, Muhammad Ridwan SH MH, kembali menghadirkan keenam saksi yakni Kasman, Muhardi, Ahmad Fauzi, Piardi, Agus Firmansyah, dan Darain.

Ridwan mengatakan, semua saksi dihadirkan atas dugaan menerima sejumlah aliran dana atau fee 16 proyek yang berasal dari dana aspirasi anggota dewan tahun anggaran 2019.

Sementara itu, Kasman, salah satu saksi yang pada persidangan sebelumnya sering disebut oleh beberapa saksi anggota DPRD lainnya, bahwa informasi tentang adanya bagi-bagi aliran dana atau fee proyek ialah bermula dari saksi Kasman.

“Memang benar, Pak. Informasi akan adanya bagi-bagi fee proyek itu pernah saya sampaikan kepada beberapa anggota dewan saat itu. Namun, saya lupa informasi itu dari siapa,” jelas Kasman saat memberikan keterangan dipersidangan.

Menanggapi pengakuan Kasman, Jaksa KPK, Rickhy BM SH MH mengatakan, saksi Kasman dihadirkan kapasitasnya untuk mengungkap informasi awal akan adanya pembagian fee yang disebut bermula dari apa yang dikatakan oleh salah satu terdakwa Aries HB.

“Untuk itulah, Kasman kita hadirkan. Memang di dalam dakwaan juga Kasman tidak termasuk di dalam anggota dewan yang turut serta menerima sejumlah dana dari fee proyek,” terang Rickhy.

Dalam persidangan itu , Jaksa KPK RI masih fokus pada pembuktian untuk kedua terdakwa dan juga telah menghadirkan sebanyak 25 saksi anggota DPRD periode 2014 – 2019 guna mengungkapkan fakta yang sebenarnya. (Dian)