Petugas Pelipatan Suara Dikawal Ketat

Proses pelipatan kertas suara di KPU Ogan Ilir yang dimulai Senin (23/11/2020). Foto: humas KPU OI for Palpos.ID

INDRALAYA, PALPOS.ID – Menghadapi pilkada serentak 2020 yang tinggal sekitar dua pekan lagi, KPU Ogan Ilir (OI) mulai melakukan penyortiran dan pelipatan kertas surat suara, Senin (23/11/2020).

Total kertas suara yang dicetak sebanyak 304.540 lembar sesuai dengan jumlah DPT + 2,5% per TPS dan sekitar 2 ribuan kertas untuk pemungutan suara ulang.

Ketua KPU Ogan Ilir, Massuryati mengatakan, proses pelipatan surat suara ini menggunakan sistem swakelola yakni dengan melibatkan staf honorer di KPUD OI dan sebagian masyarakat. Jumlah petugas pelipat sebanyak 30 orang dan harus selesai dalam waktu 3 hari saja, berlaku hari ini hingga tanggal 25 November 2020. Para petugas tidak boleh merokok dan tidak boleh menggunakan handphone selama pengerjaan.

“Karena Pilkada tahun ini kita sedang dalam pandemi covid-19,maka proses pelipatan ini dilakukan dengan menggunakan protokol kesehatan. Para petugas pelipat harus menggunakan APD, diukur suhu tubuhnya, mencuci tangan, menggunakan handsanitizer dan dudukpun menjaga jarak. Proses ini dan setiap tahapan pilkada diawasi oleh sparat keamanan dari polres OI,TNI pabung OI dan Bawaslu OI,” terang Ketua KPU.

Sementara itu, Idris, Komisioner Bawaslu Ogan Ilir bahwa KPU dan para petugas pelipatan kertas surat suara ini harus mematuhi himbauan tentang protokol kesehatan (prokes).

“Kedatangan kami ini untuk mengawasi proses pelipatan ini harus sesuai prokes dan memastikan bahwa tidak adanya pergantian petugas pelipat yakni petugas harus sesuai dengan data absensi yang telah ditetapkan. Kamipun bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memeriksa para petugas pelipat ini pada saat keluar dari ruangan nanti guna memastikan bahwa tidak ada yang membawa kertas surat suara,” pungkasnya. (sul)