Ikut Nikmati Hasil Gadaikan Motor Orang, Akbar Didakwa 4 Tahun Penjara

Sidang perkara penggelapan sepeda motor di PN Klas 1A Palembang, Kamis (26/11). Foto: Dian/Palpos.Id

PALEMBANG, Palpos.Id – Lantaran ikut menikmati uang hasil menggadaikan motor milik orang, Akbar Pradana, warga Jalan DI Panjaitan, Lorong Masjid Jamik, Kelurahan Plaju Ilir, Kecamatan Plaju, Palembang, didakwa 4 tahun penjara oleh Ketua Majelis Hakim, Dr Farhen SH Mhum.

Ditanya mengenai kebenaran tentang keterangan saksi-saksi, terdakwa hanya mengakui tanpa adanya bantahan. “Iya pak hakim. Semuanya benar apa yang disampaikan oleh para saksi dan juga tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum,” kata Akbar, dalam persidangan virtual di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1 A kota Palembang, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi, Kamis (26/11).

Dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Indriya Setyawati SH, bahwa Selasa (21/7), sekitar pukul 12.00 WIB, terdakwa didatangi oleh Febriansyah di rumahnya dengan membawa motor beat warna hitam Nopol BG 6683 ABA.  Lalu mengajak terdakwa untuk mengadakan motor itu, namun bukan miliknya, melainkan ia pinjam dari Hasmi Rofan (korban).

Kemudian, terdakwa balik mengajak Febriansyah ke rumah saksi Rozali di Jalan Tegal Binangun. Sampai di sana, terdakwa mengajak Rozali mengadaikan motor tersebut, dan mengatakan bahwa motor itu milik Febriansyah.

Karena tidak punya uang, Rozali menyetujuinya dan mengantar mereka ke rumah Ketor (buron) di Desa Sirau Pulau Padang, Kabupaten OKI. Motor itu dihargai Rp 2,8 juta, dan terdakwa menerima upah  Rp 900 ribu, sedangkan sisanya menjadi milik Febriansyah. Sementara itu, Hasmi mengalami kerugian sebesar  16 juta rupiah.

Terdakwa melanggar pasal 480 ayat 1 yakni, barang siapa membeli, menyewa, menukar, menerima gadai, menerima hadiah  atau untuk menarik keuntungan, menjual, menyewakan, menukarkan, dan menggadaikan.

Kemudian, mengangkut, menyimpan, atau menyembunyikan suatu benda, yang diketahui atau sepatutnya diduga bahwa diperoleh dari kejahatan penadahan. Diancam dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan denda paling banyak sembilan ratus ribu rupiah. (dian)