Kejari Terima Pelimpahan Tahap II Perkara Dugaan Suap Casis Bintara Polri di Polda Sumsel

Kasi Pidsus Kejari Palembang, Dede M Yasin, ketika diwawancarai awak media di ruang kerjanya, Kamis (26/11). Foto: Dian/Palpos.Id

PALEMBANG, Palpos.Id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang menerima pelimpahkan berkas berikut tersangka kasus dugaan suap penerimaan Calon Siswa (Casis) Bintara Polri di Polda Sumsel Tahun 2016 dari Tim Penyidik Pidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Rabu (25/11).

“Benar, siang kemarin (Rabu), sekitar pukul 14.00 WIB, kita menerima pelimpahan tahap II berikut tersangka,”ungkap Kajari Palembang melalui Kasi Tindak Pidana Khusus, Dede M Yasin, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (26/11)

Dikatakannya, pelimpahan tahap II itu merupakan perkara split dari kasus sebelumnya, yakni mantan Kabidokkes Polda Sumsel, Kombes Pol (Purn) Drg Soesilo Pradoto MKes, serta Sekretaris Tim Rikkes Polda Sumsel AKBP Syaiful Yahya, yang telah divonis hakim PN Palembang, masing-masing dengan pidana penjara selama lima tahun dan empat tahun penjara.

Lanjutnya, tersangka AKBP Edya Kurnia, adalahiseorang polisi aktif di Polda Jawa Barat yang saat ini sudah mereka lakukan penahanan di rumah tahanan (Rutan) Pakjo Palembang.

“AKBP Edya Kurnia ini adalah tersangka baru yang diduga turut menerima sejumlah uang suap sebagaimana yang disebutkan di dalam dakwaan serta keterangan dari beberapa saksi yang dihadirkan pada persidangan perkara sebelumnya,” jelasnya.

Dede menuturkan,  pada tahun 2016 tersangka diduga turut menerima sejumlah uang senilai Rp 2 miliar yang berasal dari 100 orang  titipan Calon Bintara melalui terpidana AKBP Syaiful Yahya, serta uang sebesar Rp 540 juta diduga fee atas diluluskannya 317 orang titipan Calon Bintara.

“Berdasarkan itu,  tersangka dijerat dengan pasal 12 a Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman pidana minimal 4 tahun,” tegas Dede.

Untuk selanjutnya, kata Dede,  maksimal 20 hari kerja akan segera mereka limpahkan ke Pengadilan Negeri Palembang untuk disidangkan.

Disentil, mengenai adanya kesan pilih-pilih dari Pidsus Kejari Palembang dalam menginformasikan kasus tersebut kepada awak media, terutama dalam pelimpahan tahap II kasus dugaan suap penerimaan Casis Polri, dirinya membantah akan hal itu.

“Hal itu tidak benar. Sebelumnya kami sudah menginformasikan agar dapat diberitahukan pula ke rekan-rekan media lainnya. Namun, kemungkinan terjadi sedikit miss komunikasi saja,” tutupnya. (dian)