Dinkes OKU Laksanakan BIAS, Terapkan Protokol Kesehatan

Petugas UPTD Puskesmas Pengandonan melaksanakan BIAS kepada siswa SD di wilayah kerja Puskesmas Pengandonan, Kamis (26/11/2020). Foto: dinkes OKU

BATURAJA, PALPOS.ID – Dalam rangka menyemarakkan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tahun 2020, UPTD Puskesmas Pengandonan, melaksanakan BIAS di seluruh tingkat Sekolah Dasar dan MIM sederajat di wilayah kerja Puskesmas Pengandonan.

Kepala UPTD Puskesmas Pengandonan, Fitri Yanti SKM, mengatakan, pihaknya melaksanakan BIAS di 7 Sekolah Dasar dan 1 MIM di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pengandonan. “Sasaran kelas 1, 2 dan 5 siswa SD/MIM sederajat sekitar 608 siswa,” ucap Fitri, Kamis (26/11/2020).

Ditambahkan Fitri, imunisasi yang diberikan petugas UPTD Puskesmas Pengandonan kepada siswa kelas 1 yakni imunisasi Dt (Difteri tetanus). “Untuk siswa kelas 2 dan 5 yakni imunisasi Td (Tetanus diftheria),” imbuh Fitri.

Diterangkan Fitri, teknis pelaksanaan BIAS dilaksanakan di sekolah masing – masing. Tim dari Puskesmas langsung terjun ke sekolah sekolah yang sudah terjadwalkan.

Sebelum dilakukan imunisasi, lanjut Fitri, setiap murid dilakukan cek suhu tubuh, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan dan lain sebagainya. Harapannya nanti siswa-siswi yang diimunisasi menjadi lebih kuat dan sehat. “Selain itu, siswa menjadi lebih kebal terhadap virus campak,” tukas Fitri.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan OKU, H Husni Tamrin SE MM didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Andi Prapto melalui Kepala Seksi surveillance dan Imunisasi, Muhammad Yunius, membenarkan, jika pihaknya melalui UPTD Puskesmas se Kabupaten OKU melaksanakan BIAS November 2020.

“Kita tetap menjalankan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) meski dalam situasi pandemi Covid – 19. Dalam pelaksanaannya, tetap memperhatikan protokol pelayanan sesuai aturan yang berlaku,” ucap Yunius.

Dikatakan Yunius, pada usia Sekolah Dasar dan MIM sederajat, terjadi penurunan kekebalan tubuh terutama titer antibodi. Karena itu, perlu dilakukan imunisasi lanjutan.

“Pemberian imunisasi ini harus dilakukan, meskipun dalam masa pandemi Covid-19 agar dapat menurunkan kesakitan, kecacatan, dan kematian pada anak,” ucap Yunius. (eco)