KPU OKU Bantah Tuduhan Tidak Netral

Naning Wijaya, Ketua KPU OKU. Foto: eko/Palpos.ID

BATURAJA, PALPOS.ID – Jelang pencoblosan, Rabu, 9 Desember 2020, ditengah melaksanakan tahapan Pilkada dan mempersiapkan logistik Pilkada, KPU OKU dihantam isu tak sedap yaitu dinilai tidak netral. Namun hal itu langsung dibantah oleh komisioner penyelenggara Pilkada tersebut.

“Kita (KPU OKU) diisukan tidak netral karena iklan kampanye. Kami tegaskan, bahwa itu tidak benar. Kami harapkan masyarakat jangan terpancing informasi hoax apalagi mendekati Pilkada 9 Desember ini,” ucap Ketua KPU OKU, Naning Wijaya, Kamis (26/11/2020).

Diterangkan Naning, terkait tudingan tidak adanya iklan kolom kosong, bahwa kolom kosong tidak boleh dikampanyekan. Pasalnya, berdasarkan UU nomor 10 tahun 2020 pasal 12 bahwa kampanye yang difasilitasi KPU adalah pasangan calon sementara kolom kosong hanya sosialisasi.

Diakui Naning, bahwa ada beberapa pihak mendatangi KPU OKU yang menuding bahwa pihaknya tidak netral dalam iklan kampanye.

Pihak-pihak yang menuding tersebut menyatakan bahwa KPU OKU tidak adil lantaran KPU OKU mengkampanyekan di media cetak, media elektronik dan media online hanya pasangan Bekerja, Lanjutkan ! dan kolom kosong tidak disertakan. “Intinya, bahwa iklan kampanye selama 14 hari yang difasilitasi oleh KPU, itu hanya untuk pasangan calon,” ucap Naning.

Ditegaskan Naning, kampanye paslon ini berdasarkan UU 10 tahun 2016, yang difasilitasi KPU adalah iklan kampanye paslon. “Kolom kosong adalah disosialisasikan,” tukas Naning.

Kendati demikian, lanjut Naning, KPU OKU juga mensosialisasikan specimen surat yang dibagian atas bertuliskan ajakan “Ayo Memilih, 9 Desember 2020″.

Specimen ini dipasang delapan billboard dan dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat OKU di 13 kecamatan. “Itu ditaruh sesuai dengan titik-titik yang bisa dijangkau dan bisa dilihat masyarakat,” terang Naning.

Selain itu, lanjut Naning, pihaknya mensosialisasikan pencoblosan dan spesimen surat suara ini PPK dan PPS. “Kami juga share itu di medsos. Singkat kata, kami sudah cukup banyak melakukan sosialisasi,” pungkas Naning. (eco)