Pura-pura Jadi Korban, Ternyata Dalang Perampokan

Christian, dalang perampokan diamankan di Polres Mura, Minggu (29/11). Foto: maryati/Palpos.id

MURA, Palpos.Id – Ada-ada saja modus yang dilakukan penjahat kelas teri di wilayah hukum Polres Musi Rawas (Mura). Salah satunya, Christian Purnomo (35), sopir mobil truk pengangkut kelapa sawit.

Pemuda Desa Marga Puspita, Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Mura ini, berpura-pura menjadi korban perampokan oleh tiga serangkai,  Supar (43), Rio Yosantri (32) dan Cuncun (44), ketiganya warga Campursari, Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Mura .

Belakangan diketahui ketiga pelaku ternyata teman dan komplotan Christian, yang merupakan dalang di balik aksi perampokan di Jalan Poros Desa Jajaran Baru II, Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Mura, Senin (30/3) lalu, sekitar pukul 18.00 WIB.

Sandiwara perampokan tersebut terungkap setelah polisi berhasil melakukan penyelidikan dan menangkap tiga tersangka yakni Supar, Rio Yosantri dan Cuncun, Rabu (18/11) lalu.

Dari nyanyian ketiganya, polisi akhirnya berhasil mengungkap dalang dibalik perampokan tersebut yang tidak lain adalah Christian. Akhirnya, sopir truk angkutan kelapa sawit tersebut resmi ditetapkan polisi sebagai tersangka dan diringkus di rumahnya, Desa Tegalsari, Kamis (26/11), sekitar pukul 10.00 WIB.

Kapolres Mura, AKBP Efrannedy melalui Kapolsek Megang Sakti, AKP Purwono didampingi Kanit Reskrim, Ipda Sinambela menjelaskan, kronologis kejadian  berawal ketika Christian mengendarai truk Colt Diesel bermuatan 8 ton buah kelapa sawit milik Istatang (37).

Setiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP),  Jalan Poros Desa Jajaran Baru II, Kecamatan Megang Sakti, dia dihadang  tiga pelaku yang mengendarai sepeda motor. Lalu salah satu pelaku turun dan menodongkan senjata api (senpi) jenis revolver ke arah Christian (dalang perampokan). Dalam drama perampokan itu, Christian langsung diikat dan ketiga pelaku kabur membawa mobil berisi muatan kelapa sawit tersebut, lalu menjualnya.

“Namun, setelah dilakukan pendalaman terhadap ketiga tersangka serta sejumlah saksi, bahwa Christian yang sebelumnya sebagai korban, justru terlibat dan menjadi otak dalam perampokan tersebut,” jelas AKBP Efrannedy, seraya menyebut bahwa masih ada satu pelaku lagi inisial PO yang masih buron.  (yat)