Majelis Hakim Kabulkan Gugatan Penggugat

Ahmad Kabul SH, kuasa hukum. Foto: istimewa for Palpos.ID

BATURAJA, PALPOS.ID – Gugatan perdata yang dilayangkan NY melalui kuasa hukumnya Ahmad Kabul SH dan Partners, terhadap tergugat I, Mesi; Tergugat II, Ahmad Gunanta selaku Kepala Cabang BFI Finance Baturaja dan Tergugat III, Yeni Astuti di PN Baturaja telah divonis Majelis hakim PN Baturaja.

“Hakim Ketua dengan nomor perkara 33/PDTG/2020/PNBTA yakni Bob Sadiwijaya SH MH, amar putusan yang pada pokoknya mengabulkan sebagian gugatan penggugat,” ucap kuasa hukum NY, Ahmad Kabul SH, saat dibincangi Minggu (29/11/2020).

Dalam putusan bernomor 33/ Pdt.G/ 2020/ PN Bta tersebut, ketiga tergugat (I, III dan III), terbukti telah melakukan perbuatan melawan hukum merugikan penggugat. Kemudian, menghukum tergugat II (BFI) mengembalikan BPKB mobil Honda CR – V milik penggugat NY.

Tergugat II juga dihukum untuk membayar uang paksa (dwangsom), sejumlah Rp100 ribu setiap hari, apabila lalai dalam melaksanakan putusan tersebut. “Persidangannya sudah putus tertanggal 19 November 2020 lalu, ketiganya terbukti melakukan perbuatan melawan hukum,” ungkap Ahmad Kabul.

Diterangkan Kabul, pihaknya menggugat Mesi, Ahmad Gunanta selaku Kepala Cabang BFI Finance Baturaja dan Yeni Astuti lantaran ketiganya diduga merugikan kliennya. “BPKB mobil milik klien kami digunakan dalam jaminan perjanjian konsumen antara Yeni Astuti dengan BFI Cabang Baturaja,” ungkap Kabul.

Dijelaskan Kabul, Yeni menjaminkan BPKB mobil Honda CRV Tahun 2010 milik kliennya ke BFI Finance Cabang Baturaja didapat dari Mesi. “Padahal, klien kami tidak pernah memberikan kuasa kepada siapapun termasuk Mesi dan Yeni untuk menjaminkan atau menggadaikan BPKB mobil milik klien kami,” beber Kabul.

Oleh karena itulah dilakukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap tiga tergugat yakni Mesi, BFI, dan Yeni, terbukti melakukan perbuatan melawan hukum. “Jadi itu tadi, tergugat wajib mengembalikan BPKB mobil klien saya dan didenda satu hari 100 ribu pasca putusan ini,” urainya.

Kendati demikian, lanjut Kabul, pihaknya belum mengetahui putusan tersebut sudah inkracht atau belum. Pasalnya, pihaknya belum mengetahui apakah tergugat banding atau tidak. (eco)