Sewa Gedung Naik, Ramayana Bakal Pamit dari Bumi Sriwijaya

PALEMBANG, Palpos.Id – Departemen store Ramayana akan berhenti beroperasi di Palembang pada pertengahan Desember 2020 ini.

Pusat fashion yang sudah berdiri sejak 20 tahun lebih ini, akhirnya harus tutup karena kontrak sewa gedung di kawasan komplek Ilir Barat Permai sudah berakhir dan tidak diperpanjang.

Saat ditemui Palpos.Id di Kantor Ramayana, Senin (30/11), Arvan, selaku Supervisor Ramayana Palembang, membenarkan store fashion yang berada di Jalan Radial tersebut akan pamit dari Bumi Sriwijaya.

“Ya, paling lambat 31 Desember 2020 karena sewa gedung habis,” katanya.

Arvan mengatakan, tutupnya operasional Ramayana tidak ada hubungannya dengan kondisi pandemi Covid-19  atau omset turun dan penjualan anjlok.

“Tutupnya operasional murni karena tidak ada kesempakatan sewa tempat dengan pemilik gedung, sehingga tidak bisa diperpanjang lagi,” tegasnya.

Dikatakan Arvan, sewa gedung tersebut naik berkali-kali lipat dari harga sewa sebelumnya, dan dalam kondisi saat ini Ramayana berat untuk memperpanjang sewa gedung tersebut.

“Rencananya kita akan mencari lokasi baru untuk tetap bertahan di bumi Sriwijaya, namun karena waktunya mendesak sehingga memilih akan kembali hadir di Susmel tahun depan saja dan mencari lokasi baru milik sendiri bukan sewa,” ungkapnya.

 

Disinggung stok barang yang ada saat ini, Irvan mengatakan, akan dibuat promo cuci gudang hingga 75 persen, dan sebagian akan dikembalikan ke Ramayana pusat di Jakarta atau dioper ke Ramayana Baturaja yang rencananya akan beroperasi pada Maret 2021 mendatang.

“Kalau untuk karyawan ada 23 orang, rencananya akan pindah toko atau ditarik ke pusat. Sedangkan sisanya karyawan konnyisiasi dan PSG akan dikembalikan lagi ke brandnya masing-masing. Jadi kita masih menunggu keputusan kantor pusat, apakah akan pindah toko atau diberhentikan bekerja,” jelasnya.

Sementara itu, Rico, salah satu SPG di Ramayana Palembang mengatakan, dirinya berkemungkinan akan pindah ke toko lain. Sebab dia merupakan karyawan dari brand di toko tersebu, bukan karyawan tetap Ramayana.

“Kalau kita kemungkinan akan pindah toko, karena kita karyawan brand fashion dan bukan karyawan tetap Ramayanan,” ucapnya. (*)