Jambret di Depan Masjid Agung Terancam 9 Tahun Penjara

Sidang terdakwa jambret di PN Klas 1A Palembang, Rabu (02/12). Foto: dian/Palpos.Id

 

PALEMBANG, Palpos.Id –  Irsep, warga Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati Palembang, terdakwa perkara jambret diancam hukuman pidana penjara 9 tahun oleh Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Palembang, Yohanes Panji Prawoto SH MH.

Hal ini disampaikan Yohanes dalam persidangan virtual di ruang Sindang Sari PN Klas 1A Palembang, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, Rabu (02/12).

Terdakwa melanggar Pasal 365 ayat (1), ayat (2) ke-2 KUHP, lantaran melakukan pencurian dengan kekerasan (Curas) terhadap korbannya, Weny Lestari (18) di depan Masjid Agung, Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan 18 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Sabtu (22/8) lalu, sekitar pukul 19.00 WIB.

Menurut saksi Weny, pelaku ada 2 orang yang memepet mereka dari belakang, dan langsung menarik tas yang diletakkannya di antara dia dan temannya yang membonceng.

Dalam persidangan, mejelis hakim menanyakan apakah pelaku melakukan pengancaman dengan menggunakan senjata pada korban saat menjambret?

“Tidak yang mulia, pelaku memepet kami dan langsung menarik tas saya. Sehingga terjadi tarik menarik diantara kami. Kemudian saya dan teman saya terjatuh,”jawabnya.

Kemudian saat ditanya mengenai kebenaran keterangan saksi dan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Muhammad Faisal SH oleh Ketua Majelis Hakim, terdakwa Irsep mengakui bahwa semuanya benar.

“Ya, benar yang mulia. Saat itu, saya dan Akbar (buron) melintas di depan Masjid Agung. Lalu bertemu korban dan kami ikuti, kami langsung memepet mereka serta mengambil tas selempang. Kami berdua tarik dan korban terjatuh bersama dengan motor mereka, lalu kami kabur,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, korban mengalami kerugian satu tas selempang berisi KTP, STNK motor Honda Beat an Suratmin, make up, kartu belanja, 1 unit ponsel merk Samsung dan uang Rp 500 ribu.

Sementara itu, berhubung saksi yang merupakan teman korban berhalangan hadir, maka hakim menyarankan sidang dilanjutkan pada Jumat (04/12). (dian)