Sepekan Tujuh Warga Meninggal, Kasus Kematian Muara Enim Tertinggi ke-2 se-Sumsel

Panca Surya Diharta, jubir Covid-19 Muara Enim. foto: humas pemkab muara enim

MUARA ENIM, PALPOS.ID – Rentetan kasus kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Muara Enim masih berlanjut. Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Muara Enim kembali mengumumkan 2 kasus meninggal Covid-19, Selasa (01/12/2020).

Menurut Juru Bicara Satgas, Panca Surya Diharta, tambahan 2 kasus kematian terbaru di Muara Enim masing-masing dari Kecamatan Panang Enim dan Ujan Mas. “Penambahan dua kasus kematian ini pertama di Kecamatan Panang Enim dan Ujan Mas,”kata Panca.

Dikatakan Panca, tambahan dua kasus tersebut juga menambah daftar panjang kasus kematian Covid-19 di Bumi Serasan Sekundang dalam sepekan terakhir. Tercatat sejak akhir bulan lalu, sudah 7 pasien Covid-19 di Muara Enim meninggal dunia.

Adapun total kasus kematian Covid-19 di Muara Enim mencapai 41 kasus. Angka tersebut membuat Kabupaten Muara Enim bertengger diposisi ke-2 dengan kasus kematian tertinggi, setelah kota Palembang (231 kasus) berdasarkan data Satgas Covid-19 tingkat Provinsi.

“Total 41 kasus kematian Covid-19 di Muara Enim terbanyak berada di dua Kecamatan zona merah yakni Muara Enim dan Lawang Kidul dengan masing-masing terdapat 13 kasus meninggal,”terang Panca.

Lalu kasus meninggal lainnya berada di Kecamatan Rambang Niru sebanyak 5 kasus, Gunung Megang 2 kasus, serta 5 kasus lainnya masing-masing dari Kecamatan Belimbing, Sungai Rotan, Rambang, Tanjung Agung serta terbaru Panang Enim dan Ujan Mas.

Panca menuturkan, awal bulan ini Tim Satgas Covid-19 juga mencatatkan tambahan 6 kasus baru Covid-19. Sehingga total konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Muara Enim kini mencapai 889 orang. “Dari jumlah tersebut hanya 106 kasus aktif, sisanya 738 dinyatakan sembuh dan 41 lainnya meninggal,” ungkapnya.

Panca mengatakan, tim satgas juga mewaspadai penambahan kasus baru dengan memproses sebanyak 121 orang suspek ODP dan PDP. Menurutnya jumlah total Suspek yang telah diproses tim Satgas mencapai 1.316 orang dengan 27 diantaranya probable, 467 konfirmasi dan 701 discarded. “Selain itu tim juga masih mengawasi sebanyak 219 warga yang kontak erat dengan pasien positif,” jelasnya. (ozi)