Bawaslu Panggil 7 Anggota KPPS Desa Noman

Kantor Bawaslu Muratara. Foto: humas bawaslu muratara

MURATARA, PALPOS.ID – Tujuh anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Desa Noman, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, diduga masuk dalam dukungan salah satu cabup Muratara.

Menindaklanjuti laporan masyarakat itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muratara memanggil 7 anggota KPPS dan pelapor serta saksi, Rabu (02/12/2020).

Ketua Bawaslu Muratara Munawir mengatakan pada Senin (30/11/2020) pihaknya menerima laporan terhadap indikasi 7 anggota KPPS Desa Noman, karena masuk dalam dukungan calon. “Hari ini kita panggil 11 orang terdiri dari 7 anggota KPPS dan pelapor serta sanksi untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Menurutnya apabila memang benar, tentunya terlapor melakukan pelanggaran kode etik sebagai penyelenggara pemilu. “Berdasarkan peraturan bahwa penyelenggara pemilu tidak boleh berafiliasi dengan partai politik dan tidak boleh mendukung salah satu Paslon,” jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa formil dan materilnya memenuhi syarat dan ditindak lanjuti. Berdasarkan hasil penelitian dan pemeriksaan terhadap laporan yang masuk dan hasil kajian pengawas pemilu, maka status temuan ditindak lanjuti dan diteruskan proses kode etik ke KPU Muratara. “Proses kode etiknya kita kembalikan ke KPU, KPU yang mengambil keputusan,” tegasnya. (rat)