Pencegahan Covid-19, Terapkan Prokes Secara Ketat

Wako Alpian pimpin rapat pembahasan keputusan bersama larangan hajatan dan keramaian di masa pandemi, Kamis (03/12/2020). Foto: humas pemkot pagaralam

PAGARALAM, PALPOS.ID – Menindaklanjuti hasil rapat Prokes Covid-19 Kota Pagaralam dengan unsur Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan, Jumat (27/11/2020), di Ruang Rapat Besemah I Setdakot Pagaralam, dicapai kesepakatan bersama sebagai tindak pencegahan penyebaran Covid-19.

“Dilarang melaksanakan kegiatan hajatan/resepsi menyebabkan berkumpulnya orang banyak/berkerumunnya massa lebih dari 20 orang, sebagai tindakan pencegahan penyebaran covid-19,” ujar Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni SH, Kamis (03/12/2020).

Pelaksanaan akad nikah bagi pasangan calon pengantin, kata Wako Alpian, hanya boleh dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA), dihadiri sebanyak 10 orang, Polres Kota Pagaralam tidak akan mengeluarkan izin keramaian bagi warga melaksanakan acara hajatan dalam bentuk apapun.

“Pelaksanaan Ta’ziah musibah kematian, untuk menerapkan Prokes Covid-19 secara ketat, seperti tidak bersalaman, memakai masker, dan diharapkan tidak mengadakan upacara pelepasan jenazah,” jelasnya.

Selain itu, kata Wako Alpian, pelaksanaan Salat Jumat bagi umat Islam, ibadah Minggu bagi Umat Kristiani dan ibadah bagi umat agama lain, untuk menerapkan Prokes secara ketat.

“Para Camat, Lurah, Ketua RW dan Ketua RT untuk terus mensosialisasikan penerapan Prokes, kepada masyarakat. Sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Walikota Pagaralam, Nomor 30 tahun 2020, Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru menuju Masyarakat Produktif dan aman pada situasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Pagaralam,” imbuhnya.

Bagi pelanggar Prokes Covid-19, kata Wako Alpian, dapat dikenakan sanksi mulai dari sanksi hukuman kerja sosial hingga sanksi denda. “Ketentuan pada angka satu kesepakatan bersama ini mulai berlaku sejak tanggal 1 Desember 2020 sampai dengan terbitnya peraturan Perundang-undangan dan/atau sejenisnya mengatur tentang diperbolehkannya kegiatan menyebabkan berkumpulnya orang banyak,” tandasnya.

Ditambahkan Wako Alpian, apabila kebijakan tersebut berhasil memutus mata rantai penyebaran Covid-19, yang ditandai dengan tidak adanya penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Pagaralam, maka tidak menutup kemungkinan, Satgas akan memperbolehkan adanya kegiatan hajatan, tentunya dengan menerapkan Prokes dengan pengawasan ketat. (faj)