LAPORAN KHUSUS: PERHITUNGAN RESMI TUNGGU KPU

Ilustrasi Pilkada Hari Pencoblosan. foto: koer/Palpos.id

Hasil Quik Count Tidak Jadi Acuan

PELAKSANAAN pemungutan suara telah dilaksanakan Rabu (09/12/2020) di tujuh daerah di Sumsel masing-masing OKU, OKU Selatan (OKUS), OKU Timur (OKUT), PALI, Ogan Ilir, Musi Rawas dan Musi Rawas Utara (Muratara).

Dari pantauan, pelaksanaan pesta demokrasi tersebut secara umum berlangsung lancar dan kondusif. Untuk hasil perhitungan suara secara manual belum bisa diketahui hasilnya, namun perhitungan quick count, sudah bisa diketahui walau belum bisa dijadikan landasan.

Seperti di Kabupaten OKU Timur (OKUT). Dimana Paslon Enos-Yudha Unggul di daerah penghasil beras tersebut. Hal ini berdasarkan data hasil rekap sementara dari dua lembaga survei dan tim Enos-Yudha.

Dimana hasil tersebut menunjukan perolehan suara Enos-Yudha mencapai 61 persen. Selanjutnya hasil quick count penghitungan sementara Piilkada di Ogan Ilir, Rabu (09/12/2020) pasangan nomor urut 1 Panca-Ardhani unggul di angka yang segnifikan, sementara pasangan petahana nomor urut 2 Ilyas-Endang kalah telak.

Dari pemantauan di lapangan, pasangan urut 1 Panca-Ardhani mencapai perolehan angka 149.879 suara atau 64 persen, sementara pasangan urut 2 Ilyas-Endang hanya mampu meraih 85.373 suara atau 36 persen.

Angka kemenangan Pasangan Panca–Ardhani versi real cout ini, juga dibuktikan dari hasil perolehan suara di 16 Kecamatan di Ogan Ilir. Paslon penantang ini bisa meraih kemenangan di 15 kecamatan yang cukup telak. Sedangkan paslon Ilyas-Endang hanya menang tipis di Kecamatan Rambang Kuang dengan angka 53 persen berbanding 47 persen.

Sedangkan di Muratara, Paslon Syarif-Surian dan H Devi Suhartoni-H Inayatullah, saling klaim menang. Hal dikatakan keduanya saat saat meneggelar jumpa pers dengan para awak media.

Dimana Paslon Syarif-Surian mengklaim kemenangan 40,75 persen, sedangkan H Devi Suhartoni-H Inayatullah perolehan suaranya 38,98 persen dan H Akis Ropi Ayu-Baikuni H Anwar nomor 2 perolehan suara 20, 27 persen.

Sedangkan untuk Paslon nomor 1 perolehan suara 45,62 persen dan untuk Syarif-Surian nomor 3 mendapat perolehan suara 35,42 persen dan H Akis Ropi Ayu-Baikuni H Anwar nomor 2 mendapat perolehan suara 19,18 persen.

Dimana berdasarkan hasil hitung cepat tim pemenangan pasangan calon Bupati nomor urut 1, H Devi Suhartoni- H Inayatullah dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang baru saja berlangsung, Paslon HDS-Inayatullah klaim ungguli dua Paslon pesaingnya.

Di Kabupaten OKU, Paslon Kuryana-Johan Untuk Sementara Ungguli Koko.  Dari pantauan di lapangan hingga pukul 16.00 WIB, perolehan suara paslon Bekerja nyaris unggul di sebagian besar TPS di Kecamatan Baturaja Timur.

Misalnya di TPS 10 Sukaraya yang lokasinya berada tak jauh dari rumah Kuryana Azis, paslon Bekerja berhasil meraih 245 suara, sementara Koko 87 suara. Begitu juga di TPS 08 Sukaraya Bekerja unggul dengan meraih 60 suara, sedangkan Koko 41 suara.

Di  TPS 12 Kemalaraja paslon Bekerja kembali unggul dengan meraih 131 suara, sementara Koko hanya 79 suara. Selanjutnya di TPS 15 Baturaja Lama paslon Bekerja meraup 140 suara, sedangkan Koko 70 suara. Di TPS 8 Sukajadi Bekerja 119 suara, sementara Koko 111 suara.

Kemudian TPS 08 Saung Naga Bekerja meraup 122 suara, Koko 107 suara. Lalu di TPS 09 Saung Naga Bekerja 124, Koko 111 suara. Di Kecamatan Lengkiti yang terdiri atas 22 desa, Paslon Bekerja sukses meraup 8.568 suara, sedangkan Koko 3.432 suara.

Terkait hasil quick count yang dikeluarkan sejumlah lembaga survei seperti Indomatrik, IPO Institute, LKPI dan lembaga lainnya, Ketua KPUD Sumsel, Kelly Mariana mempersilahkan, menginformasikan ke publik. Karena menurutnya, lembaga survei memiliki metode dalam penghitungan suara, namun hasil akhir tetap mengacu pada rekapitulasi di tingkat KPUD kabupaten yang dilakukan secara berjenjang.

“Silahkan saja melakukan quick count, tetapi hasil resminya tetap menunggu rekapitulasi KPUD,” katanya.  Lebih jauh Kelly juga meminta agar masyarakat tidak gaduh apalagi sampai berseteru karena hasil hitung cepat. Sebaiknya masyarakat bisa bersabart sembari menunggu hasil resmi KPUD. “Sesuai tahapan Pilkada, pengumuman resmi KPUD akan diumumkan pada 13-17 Desember 2020 mendatang,” tukas Kelly. (ard/opa/eco/rat/sul)

Muncul Isu Money Politik

ISU money politik atau politik uang berhembus dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Musi Rawas (Mura). Salah satunya di Kecamatan Muara Kelingi. Bahkan isu money politik itu dikabarkan sudah diketahui bahkan sudah dilaporkan warga ke Bawaslu Mura.

Komisioner Bawaslu Mura, Khoirul Anwar, dihubungi Palpos.id, Rabu (09/12/2020), membenarkan adanya laporan tersebut. Hanya menurutnya laporan tersebut belum diregistrasi di Bawaslu, karena pihaknya masih melakukan penelitian terlebih dahulu.

“Ya memang ada laporan money politik di Kecamatan Muara Kelingi, tetapi belum bisa diregistrasi karena kita masih melakukan penelitian apakah memenuhi syarat materil in materil,” katanya.

Disinggung proses dalam pelaksanaan pemungutan suara disejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) munurut Khoirul sejauh ini berlangsung konfusif. Hanya ada beberapa TPS di Kecamatan Megang Sakti yang masih ada foto pasangan calon.

“Harusnya itu clear and clean tidak ada lagi foto pasangan calon tetapi di beberapa TPS masih ada ditemui foto paslon,” ungkapnya. Namun hal itu sudah langsung ditindaklanjuti oleh pihaknya di lapangan. “Itu langsung kita tindak lanjuti dan diselesaikan di lapangan,” ujarnya.Sementara itu, Komisioner KPUD Mura, Wahyu, menyatakan bahwa proses pilkada Mura berlangsung kondusif, namun soal isu money politik,  dia enggan berkomentar . “Ya cek saja ke Bawaslu,” ujarnya. (mar)

KOMENTAR MEREKA:

Robby Kaharudin ME, Pengamat Sosial dan Politik

Jangan Terjebak Euforia

Robby Kaharudin ME, Pengamat Sosial dan Politik

HASIL penghitungan sementara dari berbagai lembaga survei dan tim pemenangan paslon sudah mulai tergambar. Dari beberapa contoh kasus pemilu yang sudah-sudah kita akui biasanya hasil akhir penghitungan suara tidak akan berjauhan dari hasil quick count.

Namun begitu, para pasangan calon peserta Pilkada, tim pemenangan paslon dan masyarakat harus tetap bersabar. Karena hasil quick count belum bisa dijadikan patokan final dari hasil akhir suara pemilu. Tidak menuntup kemungkinan kejutan-kejutan diluar dugaan akan terjadi, Tergantung takdir dan kuasa tuhan.

Oleh sebabnya saya sarankan para pasangan calon peserta pemilu dan masyarakat harus tetap sabar menunggu hasil akhir penghitungan suara yang secara resmi akan di tetapkan langsung oleh KPU.

Para paslon yang dinyatakan menang dalam penghitungan  sementara (quick count) jangan terjebak pada perayaan euforia kemenangan. Harus tetap waspada dan menunggu hasil penghitungan final yang akan diumumkan secara resmi oleh KPU.

Bersikaplah yang sewajarnya, jaga stabilitas keamanan sosial masyarakat. Sekarang waktunya tetap kawal suara dan berdoa meminta pertolongan kepada yang maha kuasa. (nov)

Abdullah Idi, Akademisi

Hanya Prediksi Awal

Abdullah Idi, Akademisi

HASIL Quick count merupakan metode hitung cepat. Hasilnya bisa dijadikan prediksi awal tentang hasil Pilkada. Namun hasil perhitungan manual di KPUD itulah  yang menjadi rujukan resmi.

Hasil quick count belum bisa dijadikan gambaran hasil akhir secara resmi karena kesalahan (error) bisa terjadi. Jadi, hasil hitungan rekap akhir yang tercantum, dalam kotak suara dan  diterima KPUD yang akan menjadi penentu siapa yang meraih suara terbanyak.

Bila tidak ada pengaduan, maka suara terbanyak tersebut dinyatakan sebagai pemenang yang diketok dalam pleno KPUD. Kalau ada pengaduan MK diproses dulu secara hukum yang berlaku. Kemudian diputuskan pihak sebagai pemenangnya. (uci)

Naning Wijaya, Ketua KPUD OKU

Optimis Partisipasi Pemilih 70 Persen

Naning Wijaya, Ketua KPUD OKU

PELAKSANAAN Pilkada OKU berjalan dengan lancar dan kondusif. Seluruh persoalan-persoalan baik secara teknis maupun logistik tidak mengalami kendala yang berarti.

Dengan lancarnya Pilkada ini, kita berharap tingkat partisipasi pemilih perhitungan waktu hari ini atau besok dapat dipastikan tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten OKU cukup tinggi.

Dari  pantauan, sepertinya akan sulit tercapai 79 persen, namun kita berkeyakinan mencapai 70 persen. Semoga dengan capaian ini, dapat dipertahankan dan setelah masuk server dapat terdata dengan baik. Saat ini server kita sedang down. Kemungkinan server down karena data masuk dari seluruh Indonesia. Kita tunggu saja. (eco)