Jelang Tahun Baru, Harga Getah Karet Turun Drastis

Petani karet sedang menimbang karet yang hendak dijual, Senin (28/12/2020). Foto: padri/Palpos.id

EMPAT LAWANG, PALPOS.ID – Turunnya harga karet yang drastis di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati sangat membuat masyarakat resah. Dimana sekarang, sebagian besar petani karet mengalami keresahan, karena harga karet yang sekarang terus menerus anjlok.

Rozik (30), salah seorang tauke karet mengatakan, harga karet di sini (Tebing Tinggi,red) turun sangat drastis. Dimana sebelumnya harga karet melambung tinggi dengan kisaran Rp9 ribu perkilo. Namun sangat disayangkan beberapa pekan terakhir harga karet perkilo cukup anjlok. Untuk di tingkat pengepul harga berkisaran Rp6.000-6.500 perkilo, tergantung dengan kualitas barang.

“Harga karet di Kecamatan Tebing Tinggi jauh lebih murah ketimbang harga karet daerah lain. Hal ini dikarenakan kualitas karet tidak begitu bagus, bahkan sering dicampur,” terangnya.

Dikatakannya, meskipun begitu harga tidak begitu berpengaruh dengan harga karet di Kabupaten Empat Lawang. Dimana harga jual paling mahal Rp7 ribu perkilogramnya.

“Waktu itu harga karet  di tingkat pabrik cukup tinggi, namun di Empat Lawang harganya masih rendah. Ya, jangan disamakan karet kita dengan daerah lainnya, karena kualitasnya dinilai kurang bagus sehingga harga jual juga murah,” tambahnya.

Kabid Perdagangan Yeni menjelaskan, data harga karet untuk saat ini belum diterima, karena pihaknya belum memonitoring kelapangan sehingga saat ini belum masuk kedata, seraya ia mengatakan penyebab turunnya harga karet disebabkan karena permintaan dan kewenangan pengaturan harga ini tergantung dari mekanisme yang terjadi di pasar.

“Pengoperan karet kebanyakan keluar daerah seperti Palembang dan Lubuk Linggau dengan harga yang ditentukan masing masing pool serta melihat kondisi karet tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan Pemerintah tidak punya kewenangan untuk menaikkan dan menurunkan harga karet. “Turunnya harga karet ini bukan di daerah Empat Lawang saja melainkan ini terjadi di seluruh wilayah di Sumsel, bahkan Indonesia,“ tambahnya. (pad)