Dewan Segera Bahas Distribusi Vaksin, Harusnya Kepala Daerah Lebih Dahulu Divaksin

Wakil Ketua DPRD Sumsel Muchendi Mahzareki Ishak, menerima laporan pansus, Minggu (10/05/2020). Foto istimewa/humas dprd sumsel

PALEMBANG, PALPOS.ID – DPRD Prov Sumsel bersama semua pihak terkait segera membahas pendistribusian 30.000 vaksin Sinovac yang telah tiba di Palembang, Senin (04/01/2021). Sementara sisanya sekitar 28.000 vaksin lainnya diharapkan segera tiba.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli  mengatakan, alokasi vaksin untuk Sumsel 58.000 vaksin dan saat ini sudah 30.000 vaksin yang telah tiba.

“Informasi kami dapatkan dari media, untuk tahap awal vaksin didistribusikan untuk tenaga kesehatan di Sumsel. Kami akan berkoordinasi dengan Dinkes terkait penyaluran vaksin,” katanya, Senin (04/01/2021).

Selain itu DPRD Sumsel juga akan memastikan vaksin ini lolos uji BPOM, karena uji klinis vaksin ini sampai hari ini belum disampaikan.

“Kita ingin mendapatkan dari BPOM mengatakan ini sudah selesai uji klinis dan aman bagi masyarakat. Ini juga akan kami awasi, keamanan  dan keselamatan warga yang mendapatkan vaksin ditahap berikutnya,” kata politisi PKS ini.

Syaiful juga menyebut, DPRD Sumsel juga meminta nama dan alat penerima vaksin ini dari Dinas Kesehatan Sumsel. “Kami juga akan meninjau ke daerah,” katanya.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Sumsel Muchendi Mahzareki melihat pemerintah pusat sudah menentukan siapa yang berhak mendapatkan vaksin ini berdasarkan KTP.

“Paling tidak ini Kepala Daerah lebih dulu divaksin karena untuk menyakinkan masyarakat bahwa vaksin ini dirasakan manfaatnya mencegah Covid-19,” katanya.

Selain itu menurut politisi Partai Demokrat ini menilai DPRD Sumsel akan melakukan pengawasan. “Kita harapkan vaksin ini benar-benar diterima yang berhak menerima ditentukan oleh pemerintah baik pusat dan daerah,” katanya.

Dirinya juga siap untuk di vaksin jika memang ada jatah untuk pihak DPRD Sumsel. “Kalaupun vaksin ini ada dibeli secara pribadi, kita memilih secara pribadi. Artinya bisa lebih duluan divaksin,” katanya.

Dia berharap vaksin ini diutamakan tenaga kesehatan dan medis, orang-orang rentan yaitu berumur 50 tahun keatas yang memiliki penyakit bawaan. (opa/rilis)