Budidaya Lele Bioflok, Hemat Pakan Hingga 50 Persen

Kolam bioflok budidaya ikan lele milik Purwadi, di Jalan Sukabangun II Lorong Pendidikan, Minggu (10/01/2021). Foto: cuci/Palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Selama ini budidaya ikan lele umumnya menggunakan kolam ikan biasa. Namun beda yang dilakukan Puwardi, warga Jalan Sukabangun II Lorong Pendidikan, Kota Palembang.

Puwardi membudidaya ikan lele menggunakan teknik kolam bioflok atau sistem aplikasi budidaya mengandalkan pakan mikroba. Kolam lele bioflok berbentuk lingkaran dengan diameter standar sepanjang tiga meter. Dengan memanfaatkan lahan yang minim.

“Selain mengurangi lahan, keuntungan sistem bioflok, bisa lebih hemat (pakannya) bahkan hingga 50 persen. Karena pakan lele berasal dari probiotik, bakteri yang bisa jadi pakan ikan,” ungkap Purwadi selaku peternak lele, Minggu (10/01/2021).

Selain menguntungkan, budidaya lele bioflok juga lebih mudah. Sebab lahan digunakan menjadi sangat sederhana. Semakin luas kolam tersebut, tentu produksi ikan kian banyak.

“Benih lele bisa dibudidaya mulai dari ukuran minimal 5-6 cm, jadi lele tetap mendapatkan pakan pellet. Namun karena sistem bioflok, pakannya jadi lebih banyak dari mikroba melalui oksigen air dalam kolam,” ujar Puwardi.

Secara teknis, kata Purwadi, budidaya lele bioflok lebih banyak mengandalkan perawatan ikan dengan memanfaatkan oksigen dan mikroorganisme langsung.

Namun dengan sistem bioflok, pengembangannya tetap mengalami hambatan dan kendala. “Seperti ikan lele bioflok tidak bisa beproduksi atau mati jika air berbusa, listrik padam serta peningkatan curah hujan yang rendah,” kata Purwadi.

Menurut Purwadi, kendati lele dengan sistem bioflok lebih simpel, namun dalam praktik di lapangan, kesulitan produksi bisa terjadi. Seperti mengalami kematian benih, keracunan air kolam serta bereaksi over feeding atau pemberian pakan yang berlebihan.

Ia bercerita, awalnya kolam bioflok bantuan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan. Namun pelaksanannya kementerian hanya membantu sangat sedikit, bahkan hampir lepas tangan. “Benih ikan berasal dari Lampung, awal-awal pun benih banyak mati,” keluhnya.

Tak mau usaha yang ia lakukan selama ini sia-sia, akhirnya Puwardi mengurus secara mandiri, dengan belajar tutorial budidaya lele dari youtube. (uci)