Dugaan Pungli Berdalih Sumbangan Musala Dikeluhkan Wali Murid, Kejari Siap Panggil

Surat edaran sumbangan musala yang dikeluhkan wali murid. Foto: istimewa/ardi/Palpos.id

MARTAPURA, PALPOS.ID – Dugaan Pungli dilakukan SMAN 2 Martapura Kabupaten OKU Timur berdalih melalui Komite Sekolah kepada wali murid dengan modus merehab musala dikeluhkan sejumlah wali murid.

Dugaan Pungli tersebut juga mencuat setelah beredarnya surat pernyataan dengan meminta sumbangan uang Rp200-500 ribu dan sejumlah poin lainnya. Heboh beredarnya surat pernyataan infaq dari SMAN 2 Martapura itu membuat pihak Kejari OKU Timur angkat bicara.

Kajari OKU Timur Dr Akmal Kodrat SH, melalui Kasi Pidsus Aci Jaya Saputra SH mengatakan, pihaknya sudah menerima surat edaran pernyatan infaq dari SMAN 2 Martapura.

Aci mengatakan pihaknya belum bisa memeriksa atau memanggil pihak SMAN 2 Martapura, karena belum bisa dinyatakan pungli. Namun apabila ada wali murid keberatan dan melapor ke dinas terkait, baru pihaknya bisa memanggil pihak sekolah.

“Kalau ada laporan ya kita akan panggil pihak sekolah untuk diminta keterangan. Pemangilan hanya untuk mengetahui dasar apa sumbangan tersebut,” pungkas Aci, Senin (11/01/2021).

Sementara saat wartawan konfirmasi kepada Kepsek SMAN 2, Drs Gunawan  mengatakan, memang benar pihak sekolah melakukan pungutan terhadap wali murid dengan nilai itu, tapi itu sudah kesepakatan antara wali murid dan ketua komite. “Ya memang benar kami lakukan pungutan karena sudah kesepakatan antara wali murid dan komite,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mempersilakan untuk bertanya kepada ketua komite mengenai pungutan tersebut. “Kalau mau lebih jelas, tanya ketua komite karena saya hanya mengetahui saja,” elak Kepsek.

Sementara salah satu wali murid mengatakan, dirinya belum pernah dipanggil khusus untuk melakukan rapat terkait sumbangan tersebut. Namun pernah waktu bagi raport pihak sekolah menyampaikan akan ada sumbangan untuk rehab Musala.

“Kami sebenarnya tidak keberatan untuk menyumbang apalagi untuk Musala. Namun seharusnya ada rapat lagilah wali murid dengan pihak sekolah, bagi kami uang tersebut sangat berharga,” jelas salah satu wali murid yang enggan disebut namanya. (ard)