Simbol Perjuangan dan Strategi Partai, Ajak Kader Jaga Lingkungan

Liono Basuki BSc menyerahkan potongan nasi tumpeng kepada Seketaris DPC PDIP Akhmad Imam Mahmudi, Minggu (10/01/2021). Foto: humas pdip muara enim

MUARA ENIM, PALPOS.ID – Menyambut HUT PDIP ke-48 tahun, seluruh Kader DPC PDIP Kabupaten Muara Enim, PAC dan Ranting dan Simpatisan dengan atusias mengikuti meeting zoom secara virtual mendengar pidato Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri dan Presiden RI Jokowi, di Graha Merah, Minggu (10/01/2021).

Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Muara Enim, Hagmar Bandamana SH, Seketaris Akhmad Imam Mahmudi, Bendahara Liono Basuki BSc dan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Muara Enim tampak mengikuti meeting zoom dengan khidmat dan bersemangat.

Usai pidato Ketum PDIP dan Presiden Jokowi, pengurus DPC PDI Perjuangan melakukan potong tumpeng dan dilanjutkan penyerahan nasi tumpeng kepada mitra.

“Dengan ulang tahun DPI Perjuangan ke-48 tahun sesuai moto PDI Perjungan bersama kita bangun Indonesia berpendidikan dalam kebudayaan sebagai simbol perjuangan dan strategi partai,” Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Muara Enim, Hagmar Bandamana SH, melalui Seketaris Akhmad Imam Mahmudi, didampingi Bendahara Liono Basuki BSc.

Lanjutnya, diera digitalisasi harus cerdas menangkap informasi yang merupakan bagian dari pendidikan dan edukasi. Maka itu, dirinya berharap kader DPI Perjuangan lebih cerdas dalam menggunakan media digitalisasi dan bukan bagian penyebar informasi tidak benar atau hoax.

“Kami berharap seluruh komponen (Kader) akan lebih siap menjalankan misi dan instruksi partai secara modern untuk memenangkan kontestan pemilu, pileg dan pilres,” harapnya.

Sementara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati menyampaikan Soekarno Putri mencanangkan Gerakan Penghijauan dan Membersihkan Sungai.

Megawati mengatakan kegiatan ini juga bertepatan dengan Hari Menanam Sejuta Pohon Sedunia. Putri Presiden pertama Sukarno itu mengaku sejak kecil selalu diajarkan untuk mencintai dan menjaga seluruh alam raya.

“Oleh Bung Karno, sejak kecil, saya diajarkan sebuah prinsip ‘tat twam asii’, bahasa Sanskerta yang artinya aku adalah kamu, kamu adalah aku. Nilai ini sangat penting, tidak hanya di dalam mengatur hubungan antar sesama, namun juga terhadap lingkungan kita,” terangnya. (ozi)