Hendak Direlokasi, Pedagang Ajukan Tiga Syarat

Wawako Prabumulih, H Andriansyah Fikri SH mengecek meja dan boks penyimpanan ikan bantuan KKP, Selasa (12/01/2021). Foto: humas pemkot prabumulih

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Pemkot Prabumulih kembali menggelar sosialisasi pemanfaatan petak pasar ikan di PTM alias sosialisasi relokasi pedagang ikan yang kerap berjualan di Jalan Prof M Yamin ke dalam PTM 2, di Balai Karya, Senin (11/01/2021).

Dalam pertemuan kedua ini, sekitar 30 pedagang yang hadir mengaku siap dipindahkan sepanjang pemerintah memenuhi tiga syarat mereka ajukan yaitu, antara pedagang ikan (pengecer) dengan agen ikan tempatnya dipisahkan.

Kemudian, yang direlokasi ke PTM 2 hanya pedagang saja dan ukuran meja lapak diperbesar. “Kami mau pindah yang penting syarat-syarat tadi dicukupi, kami disini setuju gale yang penting nian pemerintah itu data pedagang bukan pemilik lapak,” ujar Arwani alias Anang ketika dibincangi wartawan usai mengikut sosialisasi pemanfaatan petak pasar.

Sedangkan, pedagang lainnya menegaskan, jika pemerintah hendak memindahkan pedagang semuanya harus dipindahkan jangan ada lagi yang tersisa.

Sementara, Wawako Prabumulih, H Andriansyah Fikri SH membenarkan, para pedagang bersedia direlokasi. Namun para pedagang meminta agar pemerintah, tidak menggabungkan agen ikan atau pengepul dengan pengecer.

“Hasil pertemuan mereka bersedia pindah, cuman ada beberapa hal yang mereka pinta (syarat) tadi kan, salah satunya akan kita sampaikan kepada pak wali mereka jangan digabung. Jadi pengepul dan agen ditempatkan disuatu tempat lain sedangkan pengecer di pasar, jadi jangan sampai tergabung mereka keberatan digabungkan,” ungkap Fikri kepada wartawan usai pertemuan.

Disinggung mengenai sedikitnya jumlah pedagang yang hadir dalam sosialisasi tersebut, Fikri menuturkan pertemuan ke dua tersebut sifatnya hanya pendataan pedagang ikan yang mau pindah tanpa dipaksa.

Terpisah, Kepala Disperindag Mukhtar Edi mengungkapkan, dari 81 pedagang ikan diundang hanya sekitar 25 persen yang hadir. “Yang hadir 23 diundang 81,” ungkapnya seraya menuturkan ada 100 pedagang yang akan dibantu.

Ditanya apa alasan ketidak hadiran para pedagang ikan tersebut, Mukhtar Edi mengaku tidak mengetahui apa alasannya. “Tidak tahu kami karena kami sudah tekankan diundangan itu kalau tidak hadir dianggap setuju,” cetusnya. (wan)