Kedelai Naik, Pembeli Sepi, Penjual Tempe Garuk Kepala

Pengusaha tempe Kota Lahat dengan tempe produksinya, Selasa (12/01/2021). Foto: arif/Palpos.id

LAHAT, PALPOS.ID – Sebagian pelaku usaha atau penjual tempe di Kabupaten Lahat garuk-garuk kepala. Bagaimana tidak, selain terjadinya kenaikan pada kedelai, pembeli juga sepi. Kondisi tersebut telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir sehingga memaksa untuk mengurangi jumlah produksi.

Damsuki (46), pengusaha tempe di Jalan Gotong Royong, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat mengeluh, terjadinya kenaikan harga kedelai berimbas terhadap biaya produksi.

Sebelum terjadinya kenaikan terhadap kedelai, pria asal Jawa Tengah itu memproduksi tempe dengan bahan baku mencapai 150 kilogram perhari. Saat ini produksi hanya mencapai 100 kilogram saja.

“Sekarang sekitar 100 kilogram per hari, biasanya bisa mencapai 150 kilogram karena kedelai naik, sekarang mencapai Rp 9 ribuan perkilogram,” ujarnya, Selasa (12/01/2021).

Produksi tempe baik ukuran maupun harga masih normal, meskipun ada kenaikan terhadap bahan baku kedelai. Hal itu dlakukan, kata pria yang sudah 12 tahun menggeluti usaha tersebut, untuk mempertahankan kualitas serta menjaga kepercayaan pelanggan.

Sebab saat ini daya beli juga ikut menurun. “Cepet-cepet turunlah, semenjak kedelai naik usaha nambah susah, kacang (kedelai) mahal, jualan sepi,” keluhnya. (ari)